Terduga Teroris Lampung Punya Kaitan dengan Penusuk Wiranto

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 19/10/2019 14:23 WIB
Terduga Teroris Lampung Punya Kaitan dengan Penusuk Wiranto Iustrasi penangkapan. (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Enam terduga teroris ditangkap di Provinsi Lampung dalam sepekan terakhir dengan lima di antaranya pernah berkomunikasi dengan Abu Rara, pelaku penusukan pada Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto di Pandeglang, Banten. Sementara satu orang lainnya adalah buronan kasus terorisme tahun lalu.

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menyebut polisi masih mendalami keterlibatan lima terduga teroris dalam penusukan Wiranto tersebut.

"Itu penangkapan lima orang inisial N, A, R, Y dan T. Ini nge-link melalui komunikasi ke kelompok Abu Rara. Cuma sejauh mana, masih kami dalami," kata seorang pemimpin Densus di Lampung kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Sabtu (19/10).


Dari kelima terduga teroris, N disebut yang paling intens berkomunikasi dengan kelompok Abu Rara.

Sejumlah barang bukti yang disita dari hasil penggeledahan di antaranya pelbagai bahan untuk bom rakitan seperti bubuk sulfur (1,5 kg), potasium nitrat (2,5 kg).

Selain itu ditemukan pula bahan pembuat mercon yang biasa disebut supernova, lima telepon genggam model lama yang sudah diubah menjadi switching bom rakitan dan, puluhan lampu LED.

"Itu seperti lampu pohon natal, ini fungsinya juga bikin detonator buatan sendiri."

Kelompok ini disebut merencanakan aksi teror untuk menyasar sejumlah tempat. Beberapa lokasi yang masuk daftar target serangan di antaranya Polda Lampung, Mako Brimob Lampung, tempat hiburan malam, dan beberapa gereja.

"Kalau gereja ini mereka belum menentukan lokasi pastinya. Hanya masuk list saja," kata pimpinan Densus tersebut.

Sementara itu, satu terduga teroris lainnya berinisial IU alias Guntur dicokok pada Jumat (18/10).

Densus menyebut IU anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Ujang. Kelompok ini berbaiat pada Oman Abdurrahman atau Aman Abdurrahman.

"Itu DPO terkait penangkapan tahun lalu, kelompok JAD pimpinan Ujang. Waktu itu kami tangkap 6-7 orang, ada anggota jaringan yang ditangkap tahun lalu itu lari. Baru kemarin ditangkap," katanya.

Tim Densus saat ini masih mendalami keterkaitan IU dengan jaringan terduga teroris yang melakukan penusukan

Dari penggeledahan, polisi menyita telepon genggam dan beberapa buku tentang jihad. Informasi buronan tersebut menurut Densus, muncul di tengah perburuan terhadap sejumlah terduga teroris lain.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad membenarkan terjadi penggeledahan dan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris. Penindakan ini menurutnya sebagai salah satu antisipasi jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia pada Minggu (20/10) besok.

"Ini dalam rangka untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi aksi terorisme apalagi menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden RI terpilih," kata Pandra saat dihubungi terpisah oleh CNNIndonesia.com.
(ika/vws)