Pertama, cukong atau pengusaha yang membiayai kampanye. Kedua, partai politik yang menjadi pengusung mereka.
"Anggota DPR RI itu punya beberapa tuan. Yang dibiayai oleh pengusaha, tuannya pengusaha. Dia mau maju jadi DPR RI dibayari sama cukong, itu tuan pertamanya. Tuan keduanya siapa? Partai politik," tutur Irma di Jakarta, Sabtu (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jika mau diatasi, masalah tersebut harus diselesaikan satu per satu.
"Kalau kita benerin ini benang kusut emang harus diurai satu-satu. Nah saya tidak ingin menyalahkan satu dan yang lain dalam hal ini, tapi mari kita benahi dengan baik," tambahnya kemudian.
Lihat juga:VIDEO: Pengamanan DPR RI Jelang Pelantikan |
Sebelumnya Ketua DPR RI Puan Maharani meminta DPR di bawah pimpinannya harus kritis dalam menjalankan mekanisme check and balances dalam pemerintahan. Hal tersebut diungkapkan Puan dalam pidato seusai resmi dilantik sebagai Ketua DPR RI, Selasa (1/10).
"Kekritisan kita, khususnya dalam mengimplementasikan prinsip demokrasi dan menjalankan mekanisme check and balances haruslah selalu konstruktif, dan membangun peradaban demokrasi di Indonesia," tutur Puan dalam pidatonya.
Ia juga menegaskan bahwa DPR tak akan anti terhadap kritik yang dilontarkan masyarakat selama tetap objektif dalam menilai pelaksanaan tugas lembaga tersebut.