Akses Pelabuhan Tanjung Priok Disekat saat Pelantikan Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 20/10/2019 14:47 WIB
Akses Pelabuhan Tanjung Priok Disekat saat Pelantikan Jokowi Pengamanan menjelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat gabungan Polri dan TNI memperketat pengamanan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok menjelang pelantikan presiden-wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung mengatakan pengetatan pengamanan dilakukan dengan penyekatan akses guna mencegah terjadinya pergerakan massa menuju ke Gedung MPR/DPR yang menjadi lokasi pelantikan.

"Melakukan penyekatan akses masuk dan keluar wilayah Pelabuhan Tanjung Priok pada saat pelantikan," kata Reynold dalam keterangannya, Minggu (20/10).


Penyekatan itu dilakukan di titik-titik akses menuju dan dari Pelabuhan Tanjung Priok mulai Jalan Pelabuhan Marunda, Jalan Tanah Merdeka, Lampu Merah Jalan Kramat Raya, Pelabuhan NPCT 1, Pos IX Pelabuhan Tanjung Priok menuju ke arah Cawang, serta Jalan R.E. Martadinata Jakarta Utara.

Penyekatan itu, kata Reynold merupakan bagian dari rangkaian pengamanan dalam proses pelantikan Jokowi-Ma'ruf. Hal ini dilakukan karena polisi tak mau mengambil risiko.

"Kami tak mau ambil risiko, kita lalukan penyekatan sebagai antisipasi adanya pergerakan massa yang dikhawatirkan membuat tindakan kekacauan dan keributan pada saat pelantikan," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
Reynold menambahkan, selain penyekatan, personel Polri bersama TNI juga melakukan pengamanan di sejumlah titik. Di antaranya PLTU Indonesia Power, Pos 1, Pos VIII, Pos IX, JICT, TPK Koja, Depo Bahan Bakar Vopak, Pertamina LPG, serta Pertamina PMB Digul.

"Itu merupakan objek vital nasional yang perlu dijaga dan diamankan," ujar Reynold.

Diketahui, pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden digelar di MPR/DPR, Minggu (20/10) siang. Rencananya pelantikan dipimpin Ketua MPR Bambang Soesatyo itu dilakukan pukul 14.30 WIB.

Keamanan ekstra ketat diterapkan aparat gabungan TNI dan Polri untuk mengawal acara pelantikan. Tidak hanya 31 ribu pasukan gabungan yang disiagakan, tetapi juga penutupan sejumlah ruas jalan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan. (dis/osc)