Angin Kencang di Kota Batu, 1 Tewas dan 1.216 Warga Mengungsi

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 02:25 WIB
Angin Kencang di Kota Batu, 1 Tewas dan 1.216 Warga Mengungsi Ilustrasi bencana angin kencang. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu orang tewas dan 1.216 warga Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, harus mengungsi akibat bencana angin kencang yang menerjang wilayah tersebut sejak Sabtu (19/10).

"Satu orang meninggal dunia, dan beberapa orang mengalami luka-luka serta gangguan saluran pernapasan. Saat ini ada kurang lebih 1.216 pengungsi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Sasmito, Minggu (20/10) dikutip dari Antara.

Kejadian bencana angin kencang tersebut terjadi mulai Sabtu (19/10) pukul 23.30 WIB. Hingga Minggu (20/10), hembusan angin belum berhenti.

Ada sebanyak tiga desa di Kecamatan Bumiaji yang terdampak angin kencang tersebut, yakni Desa Sumber Brantas, Desa Gunungsari, dan Desa Sumbergondo.

Berdasarkan data BPBD Kota Batu, hingga Minggu (20/10) pukul 22.30 WIB, pengungsi terbagi di lima lokasi, yakni Rumah Dinas Wali Kota Batu, Desa Punten, Posko BPBD Kota Batu, Balai Desa Tulungrejo, dan SDN 1 Punten.

Pengungsi terbanyak ditempatkan di Balai Desa Punten, dan Posko BPBD Kota Batu, kurang lebih sebanyak 900 orang. Para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan bahan makanan, air mineral, perlengkapan bayi, dan selimut.

[Gambas:Video CNN]
Sasmito menyebut satu korban tewas, Sodiq, disebabkan oleh pohon tumbang pada saat angin berhembus sangat kencang. Selain itu, 20 rumah rusak di Desa Sumbergondo, dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

Banyaknya pohon tumbang pun menyebabkan akses jalan raya tertutup. Aliran listrik dan jaringan komunikasi pun padam.
"Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum," kata Sasmito

BPBD Kota Batu mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait kejadian tersebut, di antaranya adalah evakuasi warga Sumber Brantas, pengamanan lokasi terdampak yang ditinggalkan warga, serta termasuk penutupan jalur lintas Kota Batu-Kabupaten Mojokerto via Cangar.

"Untuk pertimbangan alasan keamanan dan keselamatan, rekomendasi berupa, jalur lintas Kota Batu-Kabupaten Mojokerto via Cangar ditutup," kata Sasmito.






(Antara/arh)