Istana: Tak Bertemu Jokowi, Tetty Paruntu Bukan Calon Menteri

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 14:51 WIB
Istana: Tak Bertemu Jokowi, Tetty Paruntu Bukan Calon Menteri Istana Kepresidenan menyatakan Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu datang bukan sebagai calon menteri(CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Istana Kepresidenan menyatakan Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty tak dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tetty baru sebatas usulan dari Partai Golkar untuk menjadi menteri pada periode kedua Jokowi.

"Tadi ada Ibu Tetty, usulan dari Partai Golkar, di dalam tadi beliau menunggu dulu Pak Airlangga. Setelah bertemu Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan Istana lewat samping. Jadi tidak sampai ketemu Presiden," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10).

Bey memastikan Tetty tak sampai bertemu dengan Jokowi. Menurutnya, Tetty, juga buka calon menteri yang ditunjuk oleh Jokowi. Tetty, kata Bey, merupakan nama yang disodorkan oleh Golkar kepada Jokowi namun tidak sampai bertemu satu sama lain di Istana Negara.


"Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (calon menteri yang dipilih Jokowi)," tuturnya.
Bey mengatakan bahwa sejumlah tokoh yang mendatangi Istana Negara memang calon menteri Kabinet Kerja Jilid II. Tokoh yang dimaksud diantaranya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, CEO Gojek Nadiem Makarim, dan Pendiri media NET Mediatama Televisi, Wishnutama. 

Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019, Erick Thohir, serta mantan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga turut datang ke Istana.

Mereka semua mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam. Mahfud dan Nadiem mengaku memang diminta Jokowi untuk menjadi menteri. Keduanya siap membantu di kabinet.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga terlihat mendatangi Istana. Dia ditemani Kadiv Humas Irjen M. Iqbal dan beberapa petinggi Polri lainnya.

Tito tidak memakai kemeja putih lengan panjang seperti tokoh yang sebelumnya datang. Dia juga tidak mau menduga-duga soal kemungkinan dipercaya sebagai menteri di kabinet selanjutnya.

"Saya tidak tahu, saya kira dipanggil soal masalah kamtibmas," ujar Tito di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10).

"Saya tadi disampaikan dipanggil presiden, saya pikir akan ditanya soal situasi kamtibmas pascapelantikan dan bagaimana pengamanan mengenai dalam rangka pengamanan mengenai kabinet. Prinsip Polri berusaha maksimal," lanjutnya.
(fra/bmw)