Dipanggil Jokowi, Kapolri Tito Karnavian Sambangi Istana

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 12:25 WIB
Dipanggil Jokowi, Kapolri Tito Karnavian Sambangi Istana Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendatangi Istana Negara untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendatangi Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 12.00 WIB pada Senin (21/10). Dia mengenakan seragam Polri lengkap.

Tito hadir didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal dan beberapa petinggi Polri lainnya.

Tito tak bicara banyak saat dihampiri awak media. Dia juga tidak menduga-duga apa yang akan dibicarakan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Ihwal kans didapuk sebagai menteri di kabinet selanjutnya, Tito tak mau mengiyakan.

"Saya tidak tahu, saya kira dipanggil soal masalah kamtibmas," ujar Tito di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10).

"Saya tadi disampaikan dipanggil presiden, saya pikir akan ditanya soal situasi kantibmas pascapelantikan dan bagaimana pengamanan mengenai dalam rangka pengamanan mengenai kabinet. Prinsip polri berusaha maksimal," lanjutnya.


Tito mengatakan pihaknya bersyukur acara pelantikan presiden-wakil presiden berjalan tanpa ada gangguan keamanan. Dia berterima kasih kepada semua pihak. 

"Saya sangat lega dan sekaligus berterima kasih kpd semua pihak yg mendukung TNI-Polri," kata Tito.

Tito adalah orang keenam yang mendatangi Istana Negara pada hari ini, Senin (21/10). Sebelumnya, telah ada tokoh-tokoh lain yang sudah datang terlebih dahulu.

[Gambas:Video CNN]

Mereka antara lain Mahfud MD, CEO Gojek Nadiem Makarim, Pendiri NET Mediatama Wishnutama, Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir dan Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu.

Bedanya dengan Tito, mereka memakai pakaian kemeja putih dan celana panjang warna hitam.

Mereka juga mengaku diminta Jokowi untuk menjadi menteri di kabinet sebelumnya. Mahfud MD dan Nadiem yang mengatakan hal teresbut.

"Saya merasa ini suatu kehormatan untuk saya, saya diminta untuk bergabung ke kabinet presiden," tutur Nadiem.

(fra/bmw)