Jokowi: Mas Menteri Nadiem Minta Waktu 100 Hari Atur Program

fra, CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 19:38 WIB
Jokowi: Mas Menteri Nadiem Minta Waktu 100 Hari Atur Program Presiden Jokowi meyakini Mendikbud Nadiem Makarim mampu merancang pembaruan sistem pendidikan berbasis teknologi dalam kurun 100 hari masa kerjanya. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta waktu 100 hari untuk merancang sistem pendidikan berbasis teknologi. Jokowi yakin Pendiri GoJek itu bisa menyelesaikannya dalam waktu yang sudah ditentukan.

"Mas menteri minta waktu saya. 'Beri waktu saya pak, 100 hari untuk menyiapkan dan merancang'. Percaya nggak? Yakin nggak?" kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan, di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (1/11)

"Jadi apa yang mas menteri sampaikan pada saya, saya meyakini beliau bisa melakukan itu. Dan kalau itu terjadi itu lah yang namanya lompatan," ujar Jokowi menambahkan.

Jokowi menyatakan Indonesia adalah negara yang besar dengan jarak kualitas pendidikan berbeda antara wilayah barat, tengah, dan timur. Kemudian terdapat sekitar 3,5 juta guru, 300 ribu sekolah, serta 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Tanah Air.


Mantan gubernur DKI Jakarta itu berpendapat melalui teknologi, pembenahan kualitas pendidikan antarwilayah serta pengelolaan manajemen soal guru, sekolah, hingga pelajar akan semakin mudah. Ia meminta agar semua pihak melihat perubahan ini dalam waktu 2,5 tahun.

"Jangan minta cepat kalau yang ini. Kita perlu persiapan sebuah aplikasi sistem sehingga menjangkau anak didik kita, menjangkau sekolah-sekolah, menjangkau guru-guru," ujarnya.

Jokowi menilai Nadiem mampu melakukan itu, meskipun ia bukan berasal dari dunia pendidikan, bukan seorang guru besar, serta tidak memiliki latar belakang pendidikan. Namun, kata Jokowi, Nadiem memiliki pengalaman dalam membangun sebuah teknologi.

Mantan wali kota Solo itu mengaku sudah menghitung dalam mengelola manajemen pendidikan Indonesia yang besar ini harus memakai teknologi. Menurutnya, pemerintah tidak dalam posisi menggeser tujuan dari pendidikan, yaitu membangun karakter dan jati diri bangsa.

"Siapa yang bisa mengelola seperti itu? Ya yang menguasai teknologi. Siapa yang terbukti menguasai seperti itu? Ya beliau (Nadiem) itu. Sudah membuktikan (di Gojek). Bisa enggak dari situ dibawa ke dunia pendidikan? Ini yang mau kita buktikan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Jokowi mengaku telah meminta Nadiem tak hanya melihat lembaga pendidikan, baik itu TK, SD, SMP, SMA, maupun universitas yang ada di Jakarta. Ia memerintahkan Nadiem untuk melihat langsung sekolah-sekolah yang ada di pelosok Indonesia, seperti Maluku dan Papua.

"Perbedaannya kayak apa, pendekatannya nanti kayak apa. Apakah pendekatan yang dirancang itu cocok atau perlu digeser sedikit. Nanti beliau akan berbicara secara jelas, setelah betul-betul lapangannya dilihat dan dikuasai," ujarnya.
(gil)