Mata anggaran yang dianggap tak wajar salah satunya pengadaan lem aibon yang sebelumnya disebut Rp82,8 miliar dan anggaran pulpen yang disebut sebesar Rp123 miliar.
Tim ini diamanatkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies menjelaskan tim ad hoc itu diketuai oleh Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintah, Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Biro Hukum.
Menurut Anies tindak lanjut ini harus dilakukan untuk melihat alasan yang sebenarnya. Dari situ pemerintahan bisa banyak belajar dari masalah tersebut.
"Semua akan diperiksa itu harus diperiksa. Supaya kita tahu sistemnya ini human error atau disengaja," tegas dia.
Sebelumnya, DKI diketahui menganggarkan lem aibon hingga Rp82,8 miliar dan pulpen sebesar Rp123,8 miliar. Angka ini cukup fantastis dan mendapat sorotan dari banyak orang.
"Saya berpikir secara sederhana, kenapa harus banyak-banyak kode rekening, karena nanti pun akan diubah sesuai kode rekening. Tapi kenapa kok milihnya Aibon. Nah itu juga mungkin ini menjadi, katakanlah salah pilih ya dalam input sementara," kata Sudarman.
Setelah dianggarkan oleh eksekutif, maka anggaran akan masuk dalam pembahasan dewan. Di pembahasan biasanya banyak anggaran yang dirombak bahkan direvisi. Yang semula anggaran asal pilih, direvisi agar komponen anggaran dimasukkan ke anggaran yang sesuai kegiatan.
Lihat juga:Netizen Kritik Soal Aibon dan APBD ala Anies |
"Iya salah pilih. Jadi karena ada banyak pilihan lain artinya saya enggak berfikir sampai sejauh ini. Katakanlah kebutuhan aibon itu menjadi viral sampai begini," ungkap dia.
Sudarman pun mengaku tak ada niat ataupun tekanan dari kelompok tertentu sampai memasukkan komponen lem aibon tersebut. Ia hanya memasukkan komponen yang harganya sesuai dengan kebutuhan kegiatan sekolah.
"Padahal tujuan kami itu tidak ada niat apapun dan memang tidak untuk pembelian aibon ternyata di sekolah itu," tutup dia.
Pemprov DKI sendiri telah memastikan anggaran lem aibon tidak lolos dan akan direvisi. (ctr/ain)