Cuaca Buruk, Dua Pesawat Nyaris Gagal Mendarat di Tarakan

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 21:23 WIB
Cuaca Buruk, Dua Pesawat Nyaris Gagal Mendarat di Tarakan Ilustrasi cuaca buruk (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua pesawat maskapai Lion Air nyaris tidak dapat mendarat di Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara akibat cuaca buruk. Dua pesawat Boeing tersebut sempat berputar-putar di langit Tarakan sebelum mendarat.

Merujuk dari informasi Basarnas Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, salah satu pesawat itu menempuh penerbangan Balikpapan-Tarakan. Sementara satu pesawat lagi Surabaya-Tarakan.

"Semua penumpang selamat," tutur Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavianto mengutip Antara, Sabtu (2/11).


Octavianto mengatakan bahwa pesawat Boeing 737-9 GP dengan nomor penerbangan JT768/5739 PK-LHU terbang dari Bandara Balikpapan menuju Tarakan pada pukul 18.30 WITA.

Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Juwata Tarakan pada pukul 19.35 WITA.

Sedangkan pesawat Boeing 737-8 GP dengan nomor penerbangan JT268/8738/PK-LJU dari Surabaya menuju Tarakan berangkat pada pukul 15.10 WITA. Dijadwalkan tiba di Tarakan pukul 19.10 WITA.

Namun, pada saat akan mendarat, kedua pesawat milik Lion Air ini berputar-putar di langit Tarakan.

Beberapa jam kemudian kedua pesawat tersebut berhasil mendarat di Bandara Juwata Tarakan. Pesawat dari Balikpapan mendarat pukul 20.16 WITA. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan perubahan suhu dan cuaca akan mulai terjadi terkait peralihan dari musim panas ke musim hujan.

Masa-masa suhu panas ekstrem sudah terlewati. Sepekan ke depan diperkirakan bakal terjadi hujan lebat di sejumlah daerah.

"Kalau soal suhu panas, fase atau periode saat ini untuk suhu panas sudah lewat. Sehingga sampai Desember nanti potensi yang mencapai 39 sudah terlewati," terang Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (31/10).

Miming mengatakan bahwa potensi cuaca ekstrem itu terjadi lantaran tiga bulan terakhir merupakan masa transisi pergantian musim atau pancaroba. 

"Jadi September, Oktober, November ini potensi cuaca ekstrem sangat signifikan terjadi, artinya akan ada puting beliung, petir, hujan es, hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Kalau ini bulan Oktober, kita ini masih di musim transisi," papar dia.

[Gambas:Video CNN]