Ia malah meminta wartawan tak menanyakan hal tersebut pada dirinya, melainkan ke Menteri Koordinator Politik Hukum Keamanan dan HAM Mahfud MD.
"Ya itu ditanyakan saja ke Pak Menko lah (Menko Polhukam). Biar ditindaklanjuti," kata Yasonna saat ditemui di Kompleks Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya itu sekarang sudah berlaku. Kan kita lihat kita analisis dulu. Dalam pelajaran itu, (soal Perppu) tenang saja," katanya.
"Jadi tinggal kita nunggu presiden bagaimana. Sudah diolah," ujar Mahfid di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (28/10).
Menko Polhukam Mahfud MD. (CNN Indonesia/ Joko Panji Sasongko) |
Lebih lanjut, Mahfud mengatakan Perppu KPK merupakan kewenangan Jokowi. Dengan posisi tersebut, ia mengatakan tidak berwenang untuk mengintervensi penerbitan Perppu KPK.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, pada 1 November lalu, Jokowi menegaskan tak akan menerbitkan Perppu KPK. Dia mengaku merasa tak elok mengeluarkan sebuah peraturan, sementara proses uji materi di MK masih berlangsung. Menurutnya, sikap ini adalah bagian dari sopan santun dalam bertata negara.
"Jangan ada, orang yang masih berproses, uji materi kemudian langsung ditimpa dengan sebuah keputusan yang lain. Saya kira kita harus tahu sopan santun dalam bertata negara," ujar Jokowi saat berbincang dengan wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11).
Di lain pihak, Mahasiswa mengancam akan kembali menggelar demonstrasi menuntut diterbitkannya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) KPK. Ancaman itu, merespons pernyataan Jokowi yang tak akan menerbitkan Perppu KPK sampai uji materi di MK selesai.
Menko Polhukam Mahfud MD. (CNN Indonesia/ Joko Panji Sasongko)