"Bahwa pilihannya diambil oleh pemerintahan yang sifatnya politis iya, tetapi orang-orangnya tetap mewakili profesionalitasnya," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/10).
Fadjroel menyatakan bahwa Jokowi melihat kemampuan dan pengalaman para pihak yang nantinya dipilih sebagai anggota Dewan Pengawas KPK. Jokowi dibantu Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang kini tengah memilih nama-nama untuk menjadi anggota Dewan Pengawas KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak akan pernah pemerintah ini bergeser sedikit pun dari upaya-upaya membersihkan republik ini dari tindakan-tindakan korupsi," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua YLBHI Asfinawati menyebut Jokowi akan memegang kendali penuh terhadap KPK. Sebab, Jokowi akan memilih lima orang Dewan Pengawas KPK. Kata Asfin, Jokowi akan punya kuasa sangat besar.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK mengatur pemilihan Dewas KPK generasi pertama yang bisa dipilih langsung oleh presiden. Sementara Dewas KPK periode berikutnya baru melibatkan panitia seleksi dan DPR sama seperti proses seleksi pimpinan KPK.
"Sebetulnya KPK ini sedang di tangan Presiden. Presiden bisa mengendalikan KPK, dan siapapun yang bisa masuk ke Presiden juga bisa menikmati relasi kekuasaan itu dengan KPK, termasuk partai pendukung," kata Asfin di Kantor ICW, Jakarta, Minggu (3/11).
"Jadi menurut kami, tidak keluarnya Perppu adalah sebuah lonceng kita masuk ke neo orde baru," ujarnya. (fra/osc)