"Saya sekolah tinggi itu dibiayai rakyat. Saya itu berutang pada rakyat. Kalau gara-gara ini misalnya sampai harus berhenti mengajar, ya gak apa-apa juga," kata Ade saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (4/11).
Ade menyatakan masih bisa bekerja di bidang lain, seperti menulis buku atau membuat penelitian. Opsi lain adalah mengajar di kampus lain. "Jadi enggak masalah sama sekali," katanya.
Hal tersebut disampaikan Ade merespons petisi yang menuntut agar UI memecatnya. Ade mengklaim apa yang dilakukannya, termasuk mengunggah meme 'Joker Anies' merupakan bagian dari tugasnya sebagai akademisi untuk memperjuangkan kebenaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka mereka berusaha membungkam, memaksa saya untuk berhenti bicara dengan cara mengancam melalui petisi," tutur Ade.
"Tiap hari juga saya menerima berbagai (pesan dari aplikasi obrolan) WhatsApp, (isi pesannya) memaki-maki saya. Tapi biasa lah, enggak apa-apa," sambung Ade.
Akun Nadine Olivia sebelumnya mengeluarkan petisi bertajuk 'Universitas Indonesia Pecat Ade Armando' di laman change.org pada Senin (4/11) lalu.
Menurut petisi tersebut, Ade sebagai seorang intelektual dinilai kerap membuat gaduh dengan pernyataannya yang tidak jarang menyerang tokoh politik maupun ulama.
"Kami menggalang dukungan dari masyarakat melalui peisi dengan tujuan agar Universitas Indonesia memecat Dr Ade Armando M.sc sebagai dosen di Universitas Indonesia," demikian salah satu petikan dari petisi yang sudah meraup 20 ribu lebih tanda tangan sejak Rabu (5/11) pagi itu.
Sebanyak 21.275 netizen telah menandatangani petisi 'Universitas Indonesia Pecat Ade Armando' di laman change.org. Jumlah itu berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada hari kedua petisi, Rabu (6/11), pukul 09.13 WIB. (tim/ain)