Pernyataan itu ia sampaikan menjawab berbagai pertanyaan soal pelarangan cadar dalam Rapat Kerja Menteri Agama RI dengan Komisi VIII DPR.
Fachrul memandang ada kelompok-kelompok yang menjadikan penggunaan cadar sebagai standar ketakwaan. Karenanya, kelompok itu menyebut orang tak bercadar sebagai orang tidak bertakwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fachrul mengklaim pernyataannya terkait cadar bisa membuat masyarakat, khususnya umat Islam, menjadi sadar. Dengan begitu, masyarakat akan menolak jika ada paham yang mengaitkan cadar dengan ketakwaan.
"Silakan, kalau Anda merasa itu sangat berbahaya orang pakai penutup muka dan sebagainya masuk ke ATM atau sebagainya itu urusan masing-masing," ujarnya.
Fachrul pernah menyampaikan rencana untuk melarang penggunaan cadar bagi pekerja di lingkungan Kementerian Agama pada 30 Oktober lalu. Menurutnya, gaya berpakaian demikian berkaitan dengan paham radikal.
Rencana Fachrul itu menjadi polemik. Banyak pihak yang memperdebatkan rencana tersebut. Kemudian Fachrul meminta maaf lantaran telah membuat gaduh akibat pernyataannya.
"Kalau itu menimbulkan beberapa gesekan-gesekan ya mohon maaf. Rasa-rasanya enggak ada yang salah rasanya. Mungkin saya mengangkatnya agak terlalu cepat," ujarnya saat bertemu pimpinan Komisi VIII DPR di Jakarta, Selasa (5/11).