Jaksa Agung Anggap Anak Buah Kena Kasus Sebagai Seleksi Alam

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 11:45 WIB
Jaksa Agung Anggap Anak Buah Kena Kasus Sebagai Seleksi Alam Jaksa Agung ST Burhanuddin (tengah) didampingi Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief (kanan) dan Direktur penuntutan KPK Fitroh Rohcahyanto, memberikan keterangan kepada wartawan seusai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/11/2019). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa Agung ST Burhanuddin menilai kasus korupsi yang menjerat beberapa anak buahnya sebagai seleksi alam untuk memunculkan kader terbaik. Ia pun mengkaji peluang pembubaran Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4).

Hal itu disampaikannya dalam merespons jaksa yang terjerat kasus suap. Di antaranya, Jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Yogyakarta, Eka Safitra, dan Jaksa pada Kejaksaan Negeri Surakarta, Satriawan Sulaksono, dalam dugaan suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019.

Diketahui, Eka Safitra merupakan anggota Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).


"Saya jujur saja kalau masih banyak yang mengawasi, kami bersih. Kalau ada yang kena, ini pendapat pribadi saya, biarlah sebagai seleksi alam agar muncul yang terbaik nantinya. Kemudian kami juga akan membina nanti apa yang sudah terjadi dijadikan contoh agar jera bagi yang lain," ujar Burhanuddin, saat konferensi pers seusai pertemuan dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jum'at (8/11).

Terkait jaksa anggota TP4 yang malah terjerat kasus suap, Burhanuddin juga mengaku tengah mengkaji kemungkinan pembubaran atau pergantian bentuk tim tersebut di internal dan juga dengan para pakar.

[Gambas:Video CNN]
"Seperti juga yang saya sampaikan pada waktu kami RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan DPR; kami akan mengevaluasi TP4. Memang ada banyak kebocoran-kebocoran. Saya akan coba nanti buat analisa, kemudian kami juga akan rapatkan dengan teman-teman," ujar dia.

"Tentunya saya tidak bisa sendiri, saya akan bicarakan mungkin dengan para pakar juga perlu tidaknya TP4 ini kita bubarkan atau mungkin kita akan ganti bentuknya terkait dengan substansi yang tidak jauh, dan pola pengawasannya akan lebih kami tingkatkan," ia menuturkan.

Dalam pertemuan sekitar 1,5 jam dan dihadiri oleh 86 jaksa yang bertugas di KPK ini, Kejagung dan KPK sepakat untuk memperkuat kerja sama agar menjadi lebih solid.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengatakan Jaksa Agung menitipkan pesan kepada puluhan jaksa di KPK agar menjadikan KPK sebagai kawah candradimuka.

"Salah satunya beliau katakan bahwa teman-teman Jaksa yang bertugas di KPK itu dipakai sebagai bentuk candradimuka agar kalau selesai di KPK bisa menularkan hal baik ke Kejaksaan," kata dia.

(ryn/arh)