Anis Matta Jabat Ketum Gelora, Pentolan PKS Ikut Bedol Desa

CNN Indonesia | Minggu, 10/11/2019 16:07 WIB
Anis Matta Jabat Ketum Gelora, Pentolan PKS Ikut Bedol Desa Anis Matta selaku Ketum Gelora Indonesia akan didampingi sejumlah tokoh yang pernah membesarkan PKS seperti Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, dan Achmad Riyaldi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Susunan pimpinan pusat Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia atau Partai Gelora Indonesia secara resmi rampung disusun, Minggu (10/11). Dari nama-nama itu, sederet eksponen kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendominasi jajaran pimpinan pusat Partai Gelora.

Inisiator Partai Gelora IndonesiaFahri Hamzah mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gelora resmi dijabat oleh Muhammad Anis Matta. Diketahui, Anis merupakan bekas Presiden PKS periode 2013-2015.

Selain itu, jabatan Wakil Ketua Umum Partai Gelora akan diduduki oleh Fahri sendiri. Fahri pernah menjadi kader PKS dan duduk sebagai Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.


Sementara Mahfudz Siddiq, akan menempati posisi Sekretaris Jendral. Mahfudz sendiri pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS di DPR RI pada tahun 2004-2009.

Untuk posisi Bendahara Umum, Partai Gelora menempatkan Achmad Riyaldi. Achmad merupakan salah satu anggota DPR Fraksi PKS periode 2009-2014.

"Kami berempat pernah jadi anggota DPR," ujar Fahri di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11).
Anis Matta Jabat Ketum Gelora, Pentolan PKS Ikut Bedol DesaPendiri Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Fahri mengatakan Partai Gelora saat ini tengah menggodok struktur partai hingga ke tingkat wilayah.

Salah satunya, kata dia, Gelora sedang menggodok struktur pendiri Partai dari pusat hingga daerah. Fahri mengatakan eks Politikus Demokrat, Deddy Mizwar nantinya akan menempati posisi tersebut.

"Terus terang kami tidak mau gembar-gembor dulu, yang penting penguatan struktur sampai wilayah kita perkuat," kata Fahri.

Fahri menargetkan deklarasi resmi Partai Gelora Indonesia pada awal Bulan Januari 2020 usai merampungkan dokumen pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum dan HAM.

"Kami berharap Januari seluruh dokumen dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan bahwa Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora Indonesia ini sudah sah menjadi peserta Pemilu," kata dia.

Fahri mengklaim sumber pendanaan Partai Gelora tak melibatkan cukong politik sama sekali. Ia mengatakan sumber pembiayaan Gelora berasal dari urunan anggota partai.

"Terus terang kami mau bantah asumsi lama soal politik, politik itu harus ada cukong, ini tidak ada. Itu adalah pasar ide. Ini yg penting ide dulu udah ada, bagaimana artikulasi masyarakat tersampaikan," kata dia.
(rzr/gil)