Respons MUI Jatim, Menag Sebut Ucapan Salam Disesuaikan Acara

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 06:59 WIB
Respons MUI Jatim, Menag Sebut Ucapan Salam Disesuaikan Acara Menteri Agama Fachrul Razi. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama Fachrul Razi berpendapat adab mengucapkan salam harus disesuaikan dengan konteks acara. Ia menyebut jika peserta kegiatan berasal dari kalangan beragam agama maka hendaknya diberikan salam yang umum.

Pernyataan tersebut merespons imbauan Majelis Ulama Islam (MUI) Jawa Timur agar umat Islam dan para pemangku kebijakan atau pejabat muslim menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka sebuah kegiatan resmi.
"Kalau di situ bukan hanya orang Islam, ya masih [bisa menggunakan salam lain]. Kecuali acara Islam, ya [salamnya] Islam saja. Kalau acara umum, nasional, ya harus nasional," jelas Fachrul Razi saat ditemui usai Malam Penganugerahan Zakat dan Wakaf 2019 di salah satu hotel di kawasan Setiabudi, Jakarta, Minggu (10/11) malam.

Fachrul sendiri mengaku belum membaca bahkan tak mendengar imbauan dimaksud. Sehingga ia pun emoh secara pasti menyatakan sikap terkait edaran MUI Jatim.


"Saya enggak pernah, belum pernah dengar imbauan itu, jadi enggak mau [menyatakan] sepakat atau enggak sepakat. Nanti malah kalian adu lagi," tutur dia lagi.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya MUI Jatim mengeluarkan surat edaran bernomor 110/MUI/JTM/2019. Surat ini ditandatangani Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

Dalam edaran itu, MUI Jatim menyatakan bahwa mengucapkan salam semua agama merupakan sesuatu yang bidah, mengandung nilai syubhat, dan patut dihindari oleh umat Islam.
Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori membenarkan bahwa surat itu memang resmi dikeluarkan oleh pihaknya. Imbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI di Nusa Tenggara Barat, 11-13 Oktober 2019 lalu.

"Ini (hasil) pertemuan MUI di NTB ada rakernas rekomendasinya, itu tidak boleh salam sederet itu semua agama yang dibacakan oleh pejabat," kata Abdusshomad melalui sambungan telepon. (ika/osc)