Zainut mengatakan Fachrul tak berniat mengaitkan penggunaan cadar dan celana cingkrang dengan paham radikalisme. Dia menilai ada kesalahpahaman saat wacana itu dilempar ke publik.
"Sesungguhnya sama sekali tidak dimaksud oleh Bapak Menteri itu ada satu kaitan antara radikalisme dengan apakah itu yang disebut cadar, yang disebut dengan celana cingkrang," kata Zainut dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengklaim pelarangan gaya busana itu semula hanya akan diterapkan untuk ASN di lingkungan instansi pemerintah. Tak ada rencana penerapan di luar lembaga negara.
Zainut berkata tak ada satu orang pun yang sepakat terhadap paham radikal, sehingga ia mengajak semua pihak untuk bersama memerangi radikalisme.
"Radikalisme, ekstremisme, dan terorisme harus kita lawan bersama-sama. Saya kira kita semuanya sepakat, yang duduk di sini semuanya sepakat ya," ucap Zainut.
Sebelumnya, penggunaan cadar kembali menjadi polemik karena pernyataan Fachrul. Ia sempat mewacanakan untuk mengatur pelarangan cadar di instansi pemerintah lewat peraturan menteri.
"Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang lalu," tutur Fachrul dalam Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu (30/10).
[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)