Kemenag Diminta Pantau Ustaz Simpatisan ISIS di Tempat TKI

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 04:35 WIB
Kemenag Diminta Pantau Ustaz Simpatisan ISIS di Tempat TKI Keluarga militan ISIS lari dari Baghouz. (Fadel SENNA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur The Asian Muslim Action Network (AMAN) Ruby Kholifah menyarankan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengawasi pemberangkatan pendakwah ke tempat tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Ruby mengatakan ada beberapa kajian ilmiah yang menemukan bahwa ada simpatisan ISIS yang dikirim sebagai pendakwah di sejumlah lokasi TKI. Sejalan dengan metode baru, ISIS menyasar buruh migran sebagai calon kader.


"Negara harus memikirkan, mungkin (pembekalan anti-radikalisme) sebelum berangkat, jadi enggak telat. Tapi juga misalnya Kementerian Agama bahwa pengiriman ustaz-ustaz ini penting diperhatikan," kata Ruby dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Senin (11/11).


Ruby memberi contoh kasus Ika Puspitasari, terdakwa kasus terorisme perencana bom bunuh diri malam tahun baru 2017 di Bali. Ika menjadi simpatisan ISIS saat bekerja menjadi buruh migran di Hong Kong.

Saat bekerja di Hong Kong, kata Ruby, Ika awalnya mencari pelarian di media sosial. Setelah itu ia mulai masuk kelompok kajian yang digelar oleh pendakwah terafiliasi ISIS.

"Dia mengalami sebuah kekeringan spiritualitas dan dia mencarinya di social media dan engage pada pengajian-pengajian yang lumayan tumbuh subur di Hong Kong. Itu ustaz-ustaznya di-supply dari Indonesia untuk membuka pengajian-pengajian," tuturnya.


Ruby berucap biasanya para pendakwah itu dikirim oleh lembaga-lembaga swasta. Namun pemerintah minim melakukan pengawasan terhadap rombongan pendakwah itu.

Menurutnya, Kemenag harus kembali mendata pendakwah yang terindikasi berpaham radikal. Lalu daftar itu diberikan ke Kementerian Luar Negeri dan KBRI di negara sahabt untuk mencegah hal itu kembali terjadi.

"Kemenlu harus memastikan KBRI terinformasi siapa ustaz-ustaz yang berpotensi menyebarkan ajaran radikal atau ustaz-ustaz yang bisa mendorong wacana moderasi dan NKRI," ucap Ruby.


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)