Prabowo Yakin Industri Pertahanan Indonesia Bisa Berkembang

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 11:43 WIB
Prabowo Yakin Industri Pertahanan Indonesia Bisa Berkembang Menteri Pertahanan Prabowo Subiant0. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku sangat optimis industri pertahanan Indonesia bisa berkembang pesat di masa depan. Prabowo meyakini itu karena banyak alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi dalam negeri yang menembus pasar global.

Salah satu alusista yang telah diproduksi secara besar-besaran di dalam negeri ini, yakni amunisi. Indonesia, kata dia, bahkan sudah mampu memproduksi propelen--bahan dasar pembuatan peluru hingga roket.

"Ternyata kita mampu membuat propelan bahan yang sangat penting untuk peluru dan untuk hampir semua roket dan sebagainya. Kita mampu membuat dalam negeri," kata Prabowo saat menghadiri rapat kerja perdana bersama anggota Komisi I DPR RI di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/11).


Lebih lanjut Prabowo juga memastikan bahan baku untuk membuat propelen juga sudah tersedia di dalam negeri. Propelen merupakan bahan peledak lemah yang digunakan untuk isian amunisi. Propelen biasanya berguna untuk menghasilkan daya dorong terhadap amunisi yang akan digunakan.

Karena itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini menambahkan, bahwa industri alutsista dalam negeri ini harus didukung dengan sumber daya manusia serta anggaran yang memadai.

"Saya sangat optimis di tahun-tahun mendatang, tidak lama kita akan punya industri pertahanan yang kuat," tegas Prabowo.

Prabowo sendiri untuk pertama kalinya menggelar rapat sebagai Menteri Pertahanan dengan anggota DPR Komisi I. Dalam rapat itu Prabowo sempat memaparkan konsep pertahanan yang akan dia bangun selama menjabat sebagai Menhan.

Dalam rapat yang sebagian besar berlangsung tertutup itu diakui Prabowo banyak membahas soal isu-isu strategis di bidang pertahanan Indonesia. Dia pun mengaku optimis lantaran mendapat banyak masukan dari hampir seluruh anggota dewan yang hadir di ruang rapat.

[Gambas:Video CNN] (tst/osc)