Menag Sebut Perombakan Buku Khilafah Warisan Pendahulu

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 11:13 WIB
Menag Sebut Perombakan Buku Khilafah Warisan Pendahulu Menteri Agama Fachrul Razi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan kebijakan perombakan materi buku pelajaran agama Islam yang mengandung konten bermasalah, termasuk khilafah sudah dilakukan sejak periode Menag terdahulu. Namun dia tak menyebut siapa Menag sebelumnya yang ia maksud.

Fachrul menjabat sebagai menteri menggantikan Lukman Hakim Saifuddin. Lukman menjabat dari tahun 2014-2019. Sebelum Lukman, Menteri Agama dijabat oleh Suryadharma Ali.

Menurut Fachrul, ada kelompok kerja khusus yang ditugaskan Kemenag mengkaji konten-konten yang dianggap bermasalah. Tim itu dibentuk sebelum ia ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menag.


"(Saya) belum secara teknis, tapi kelompok kerja sudah disusun dan sudah mulai bekerja sebelum saya masuk," kata Fachrul saat ditemui usai menghadiri Indonesia Sharia Economic Festival di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11).

Fachrul enggan berbicara lebih detail terkait kebijakan itu. Dia hendak mempersilakan kelompok kerja untuk mengevaluasi konten-konten bermasalah dalam 155 buku pelajaran agama Islam.

Mantan Wakil Panglima TNI itu berujar kelompok kerja punya kewenangan menentukan konten yang dihapus. Ia membuka peluang untuk menambah konten nasionalisme dan menghapus konten khilafah.

"Ya kalau itu (menambah konten nasionalisme) pastilah, tapi kita lihat lagi di kurikulumnya sudah cukup belum? Kalau sudah cukup ndak usah, yang lain ditambah, yang tidak diperlukan dihilangkan," ucap Fachrul.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan pihaknya sedang melakukan perombakan terhadap 155 judul buku pelajaran agama konten-konten yang dinilai bermasalah, salah satunya konten terkait khilafah.

[Gambas:Video CNN]
Perombakan dilakukan untuk seluruh buku pelajaran agama mulai mulai dari kelas 1 tingkat sekolah dasar hingga kelas 12 tingkat sekolah menengah atas.

"Khilafah itu kan bisa disalahpahami oleh anak-anak kita, oleh guru-guru kita juga bisa salah paham kalau tidak dijelaskan secara baik. Khilafah itu kan pernah ada dalam sejarah Islam sampai runtuhnya Turki Usmani kan, pada tahun 1923 ya," ujar Amin saat ditemui di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (11/11).

Amin menuturkan perombakan akan selesai pada Desember 2019 dan akan diresmikan Menag Fachrul Razi. Buku-buku itu akan mulai efektif digunakan pada tahun 2020. (dhf/osc)