"Kalau memang persoalan administrasinya ada yang keliru ini dan itu, kami yakinkan bahwa desa itu kita cabut," kata Nata saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (12/11).
Tim Kemendagri, kata dia, telah dikirim sejak Minggu (10/11) ke Konawe. Awalnya tim direncanakan kembali ke Jakarta dan melaporkan hasil investigasi pada hari ini. Namun investigasi diperpanjang untuk memastikan keadaan di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nata mengatakan hasil investigasi Kemendagri terkait desa siluman akan dirampungkan minggu ini. Setelah laporan diterima Mendagri Tito Karnavian, Kemendagri bakal mengumumkannya ke publik.
Sebelumnya, desa siluman atau desa fiktif jadi sorotan publik setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyinggung keberadaan desa tak berpenduduk.
Sri Mulyani menyampaikan ia menerima laporan banyak desa baru tak berpenduduk yang dibentuk agar bisa mendapat kucuran dana desa secara rutin tiap tahun.
Sri Mulyani mengaku hendak memperketat memperketat penyaluran dana desa. Selain itu, jajarannya juga akan menyelidiki mekanisme pembentukan desa, termasuk identifikasi jumlahnya, lokasi, dan susunan pengurusnya. (dhf)