Said Aqil: Cadar dan Celana Cingkrang Masalah Kecil

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 04:35 WIB
Said Aqil: Cadar dan Celana Cingkrang Masalah Kecil Ketua PBNU Said Aqil Siroj. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menilai aturan soal penggunaan cadar atau celana cingkrang bukan perkara besar. Seharusnya, kata dia, pemerintah fokus pada upaya deradikalisasi dan mendorong semangat gotong royong di masyarakat.

"Itu masalah kecil. Yang masalah besar adalah bagaimana menyelesaikan deradikalisasi. Melakukan itu supaya sukses," kata Said kepada wartawan, usai bertemu Kapolri Jenderal Idham Azis di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (12/11).

Selain itu, Said menyebut radikalisme tak bisa dilihat hanya dari cara seseorang berpakaian dengan cadar atau celana cingkrang.


Said mencontohkan banyak kiai dari Nahdlatul Ulama yang mengenakan celana cingkrang, bahkan berjenggot, namun tidak menganut paham radikal.

"Enggak musti. Banyak kiai-kiai jenggotan, enggak radikal," kata Said 

Sebelumnya, Kementerian Agama berencana menerapkan aturan melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS). Rencana aturan itu menuai polemik hingga akhirnya dibatalkan.

Menteri Agama Fachrul Razi bahkan meminta maaf atas polemik yang muncul dari rencana tersebut.

Ketimbang soal cadar dan celana cingkrang, Said menekankan pentingnya gotong royong dan persatuan.

Said mengingatkan bangsa Indonesia jangan sampai mengalami apa yang terjadi di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. 

"Irak sudah 1,5 juta nyawa menghilang. Afghanistan 40 tahun perang saudara, Mesir belum selesai, Libya masih ribut," tutur dia.

"Jangan sampai seperti itu. Maka yang penting bagaimana kita mensosialisasikan gotong royong, persaudaraan sebangsa setanah air," ujarnya lagi.

Kendati demikian, Said menjelaskan dirinya tetap mendukung hal tersebut apabila pemerintah menerapkannya bagi PNS.

"Kebijakan internal, lah, itu," jelas Said. (mjo/wis)