Diprotes, Upacara Piodalan Dibubarkan Warga di Yogya

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 20:38 WIB
Diprotes, Upacara Piodalan Dibubarkan Warga di Yogya Ilustrasi peribadatan umat beragama. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Upacara keagamaan Piodalan yang dilaksanakan di sebuah rumah di Dusun Mangir Los, Desa Mangir, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta diprotes dan diminta untuk bubar, Selasa (12/11) sore.

Sekelompok oknum warga memprotes lantaran mengklaim upacara keagamaan tak boleh dilakukan di dalam rumah.

Upacara Piodalan merupakan ritual keagamaan dalam rangka peringatan terhadap Mahalingga Padma Bhuwana Manggir yang merupakan sebuah situs peninggalan dari Ki Ageng Mangier. Dalam sebagai keyakinan, ritual itumemiliki makna membawa umatnya ke dalam sebuah kehidupan beragama yang lebih baik.


Saksi kejadian, AB Setiadji mengatakan sejumlah warga pemrotes bergerombol datang saat upacara itu digelar sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara itu Jumlah anggota komunitas yang ikut berjumlah sekitar 40 orang yang berasal dari berbagai daerah.

"Mereka nuntut karena enggak ada izin kemudian ibadah kok di rumah kok bukan di tempat ibadah gitu itu kan klasik di mana-mana gitu, tetapi bu kapolsek juga kaget ini sudah tahu dari dua minggu lalu kenapa baru sekarang kalau keberatan," tutur Setiadji kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/11).


Padahal, kata Setiadji, mulanya, upacara keagamaan itu berjalan dengan lancar hingga pendeta dari agama Budha selesai membacakan doa. Namun, saat pendeta dari agama Hindu akan membacakan doa, protes dari oknum masyarakat semakin besar.

Setiadji menegaskan, upacara tersebut sebenarnya telah diberitahukan kepada pihak kepolisian setempat. Mulanya, kata dia, izin kegiatan disampaikan kepada tetangga di sekitar rumah Bu Utiek yang dijadikan lokasi upacara dan telah mendapatkan izin.

Namun, pihak Kepala Dusun setempat tidak memberikan izin sehingga proses pengurusan izin tak bisa dilanjutkan ke tahapan selanjutnya. Pihak kelurahan setempat, kata Setiadji, lantas memberikan saran agar membuat surat pemberitahuan ke Polsek Pajangan berkaitan dengan rencana upacara keagamaan tersebut.

"Kita akhirnya membuat surat pemberitahuan ke Polsek dan diterima," kata Setiadji.

[Gambas:Video CNN]

Namun sejumlah warga masih melayangkan protes terhadap kegiatan tersebut. Pada Senin (11/11) malam, lanjutnya, akhirnya diadakan mediasi dengan tokoh masyarakat setempat.

Namun, hasil mediasi itu tetap tak memperbolehkan kegiatan itu untuk digelar. Alasannya, karena kegiatan keagamaan semestinya tidak dilakukan di dalam rumah.

Polisi Perintahkan Bubar

Upacara akhirnya tetap berjalan hari ini memegang izin dari kepolisian. Setiadji menuturkan Kapolsek Pajangan yang saat itu berada di lokasi, sempat memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar. Namun, warga tetap mendesak agar kegiatan itu dihentikan.

Pihak kepolisian, kata Setiadji, akhirnya memerintahkan agar kegiatan itu dihentikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami diminta bubar oleh polisi, perintah untuk bubar, akhirnya kita ngalah aja," ucapnya.

Setiadji mengungkapkan kegiatan ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya. Di tahun-tahun sebelumnya, kata Setiadji, memang ada pertentangan di kalangan warga namun tidak separah seperti tahun ini.

"Ya ada selalu ada masalah tapi enggak sebesar sekarang," katanya.

Saat dimintai tanggapan, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto belum mau berkomentar lebih lanjut. Ia mengaku bakal mengecek dulu perihal kejadian itu.

"Saya cek dulu," ucap Yulianto.

Catatan Redaksi: Judul berita ini dikoreksi karena ada kekeliruan dalam istilah keagamaan yang dimaksud. (dis/ain)


BACA JUGA