Gabung ke Gelora, Anggota Majelis Syuro Keluar dari PKS

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 08:20 WIB
Gabung ke Gelora, Anggota Majelis Syuro Keluar dari PKS Anggota Majelis Syuro PKS Triwisaksana bergabung bersama Partai Gelora karena tertarik dengan pandangan Anis Matta(CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKSTriwisaksana memutuskan untuk keluar sebagai kader untuk bergabung ke gerbong Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Dia menganggap partai barunya itu lebih

"Iya, otomatis [keluar dari PKS], dengan sendirinya," kata Triwisaksana kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/11).

Triwisaksana mengaku sudah mengundurkan diri dari PKS sejak 9 November 2019 lalu usai terdaftar sebagai pendiri Partai Gelora. Diketahui, pria yang akrab disapa Sani itu pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta 2014-2019.


Setelah itu, tak butuh waktu lama bagi Triwisaksana meraih jabatan strategis di Partai Gelora. Ia langsung dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Gelora DKI Jakarta.

"Intinya saya tertarik dengan pandangan dan sikap politik Anis Matta sekaligus inisiator Partai Gelora," kata dia.
Triwisaksana menilai ada beberapa hal yang membuatnya tertarik bergabung ke Partai Gelora. Pertama, kata dia, adalah jati diri Gelora yang menganut sebagai partai nasionalis dan Islamis.

"Jadi lebih merah putih dan asasnya Pancasila," imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan Gelora memiliki visi besar untuk membuat Indonesia sebagai negara kekuatan nomor lima dunia. Terakhir, dia menilai Partai Gelora memiliki budaya organisasi yang terbuka dan demokratis.

"Artinya menghargai perbedaan pendapat, respect menghormati pihak luar dan sebagainya," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Triwisaksana tak sendirian. Di DPW Partai Gelora DKI Jakarta, dia akan ditemani oleh eks kader PKS Selamat Nurdin yang menjabat sebagai sekretaris. Selamat sendiri pernah menjadi Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta dari 2014 hingga 2016

Sejumlah pentolan PKS pindah menjadi kader Partai Gelora. Di antaranya Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, Achmad Riyaldi. Diikuti Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi secara resmi pindah dari Partai Keadilan Sejahtera dan bergabung dengan Partai Gelora.

Fahri Hamzah, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum, mengatakan partainya tengah fokus menggodok struktur partai di level daerah.

"Kami berharap Januari seluruh dokumen dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan bahwa Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora Indonesia ini sudah sah menjadi peserta Pemilu," kata dia di Jakarta, Minggu (10/11).
(rzr/bmw)