Ali meminta pemerintah terlebih dulu fokus mengurus para guru yang belum mendapatkan sertifikasi. Selain itu, pemerintah juga diminta fokus mengatasi defisit BPJS Kesehatan ketimbang mengeluarkan program tersebut.
"Urus aja BPJS Kesehatan dulu, urus juga banyak guru yang belum sertifikasi, pekerja juga banyak yang belum sertifikasi. Masih banyak pekerjaan lain yang perlu dilakukan," kata Ali kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal-hal semacam itu mungkin niatnya baik, tapi kayaknya rada-rada, jangan terlalu banyak menjanjikan sesuatu tapi ga bisa direalisasikan lah," kata dia.
"Itu orang mau nikah kok apa-apa mau disertifikasikan? Kan sudah ada tugas dan fingsi KUA, apalagi yg kurang dari KUA?" kata dia.
"Nanti sertifikasi kawin itu bisa muncul sertifikasi macem-macem, malah timbul uang ini uang itu, uang sosialisasi, uang pendaftaran, bikin boros dan bikin ga efisien," tambah dia.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bakal mewajibkan pasangan yang akan menikah untuk menjalani sertifikasi persiapan perkawinan berupa kelas atau bimbingan pranikah.
Program ini rencananya akan mulai diterapkan pada 2020 di seluruh Indonesia dan berlaku untuk semua pasangan.
"Kalau bisa tahun depan 2020 sudah dimulai (program sertifikasi kawin)," kata Muhadjir di Gedung SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11). (ain/rzr/ain)