Jokowi Begadang Pantau Gempa M 7,1 Maluku Utara Semalam

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 18:45 WIB
Jokowi Begadang Pantau Gempa M 7,1 Maluku Utara Semalam Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap gempa karena Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mengikuti perkembangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Maluku Utara yang terjadi pukul 23.17 WIB, Kamis (14/11). Jokowi memantau dampak gempa Maluku Utara sampai sekitar pukul 02.30 WIB, Jumat (13/11).

BMKG sekitar pukul 23.33 WIB sempat merilis peringatan dini akan adanya potensi tsunami setelah gempa M 7,1. Peringatan dini tsunami tersebut diakhiri BMKG sekitar pukul 01.45 WIB.

"Tadi malam saya mendapatkan laporan gempa telah terjadi pukul 23 lebih 17 menit (WIB). Saya ikuti sampai jam setengah tiga tadi malam," kata Jokowi, di Bandar Udara Radin Inten II, Lampung, Jumat (15/11), dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.


Selama memantau pasca-gempa, Jokowi mengaku mendapat laporan bencana gempa yang terjadi tersebut telah direspons dengan antisipasi yang baik sehingga minim kerusakan dan korban.

Menurutnya, manajemen kebencanaan dan tingkat kesadaran serta ketenangan warga dalam menghadapi bencana sudah semakin baik.

"Sehingga ketenangan itulah yang saya kira mengurangi korban-korban yang ada," ujarnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut kesadaran masyarakat dan pendidikan kebencanaan harus terus disosialisasikan. Langkah ini untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa dan kerusakan.

"Saya kira memang inilah yang harus terus disosialisasikan karena kita sekarang menyadari bahwa kita berada di ring of fire," tuturnya.

"Laporan terakhir yang saya terima, alhamdulillah, tidak ada yang meninggal. Memang ada korban luka 2 orang, dan bangunan yang rusak ada 19," kata Jokowi melanjutkan.
[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan terdapat 19 bangunan rusak ringan akibat gempa M 7,1. Jumlah tersebut mencakup 15 rumah, 3 gereja, dan 1 sekolah.

Selain bangunan rusak, terdapat dua orang yang mengalami luka ringan setelah peristiwa gempa tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah terjadi 112 kali gempa susulan usai guncang gempa M 7,1 hingga pukul 17.30 WIT. Gempa bumi susulan terbesar terjadi pada pukul 06.12 WIT dengan M 6,1. Guncangan gempa yang dirasakan jelas tercatat sebanyak 7 kali.



(fra/gil)