Warga Terdampak Gempa Malut Belum Terima Bantuan Pemerintah

CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 20:56 WIB
Warga Terdampak Gempa Malut Belum Terima Bantuan Pemerintah Para pengungsi terdampak gempa di kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. (CNN Indonesia/ Sahril)
Ternate, CNN Indonesia -- Gempa bumi berkekuatan 7,1 Skala Richter yang mengguncang Maluku Utara pada Jumat (15/11) dini hari mengakibatkan puluhan rumah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, mengalami kerusakan.

Gempa susulan membuat warga memilih tidur di pengungsian pada malam hari. Namun hingga kini mereka belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat.


Alprens Poene, salah satu warga Kelurahan Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, yang dihubungi lewat telepon mengatakan pasca gempa Jumat dini hari warga memilih tidur di pengungsian di area perbukitan.


Gempa susulan yang terjadi terus menerus, ditambah letak perkampungan di wilayah pesisir membuat warga trauma jika harus bermalam di rumah.

"Di titik pengungsian kami, di sekolah, ada sekitar 300 jiwa. Ada balita hingga lansia," kata Alprens, Sabtu (16/11).

Hingga kini, belum ada bantuan apapun yang sampai ke Batang Dua. Padahal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate melaporkan setidaknya ada 30 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.


"Belum ada bantuan sama sekali dari Pemkot (Ternate). Kami dengar bantuan dari GPM (Gereja Protestan Maluku) dari Sulawesi Utara yang dalam perjalanan," tutur Alprens.

Menurut Alprens, warga yang mengungsi sangat membutuhkan selimut, terpal dan obat-obatan.

"Kalau siang warga beraktivitas seperti biasa. Tapi malam kembali tidur di pengungsian karena masih takut," ujarnya.

Warga Terdampak Gempa Malut Belum Terima Bantuan PemerintahSejumlah pasien dan keluarga berkumpul di area parkir rumah sakit Siloam saat terjadi gempa di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/11/2019). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Selain rumah rusak, tiga warga Batang Dua juga dilaporkan terluka akibat tertimpa reruntuhan. Mereka mendapat perawatan di puskesmas setempat.

Kepala BPBD Ternate Hasyim Yusuf justru mengklaim tak ada pengungsian di Batang Dua. Hasyim bilang, pasca gempa warga sudah langsung kembali ke rumah masing-masing.

"Sampai hari ini, kami belum tiba di kecamatan Pulau Batang Dua namun kami menerima laporan bahwa tidak ada pengungsian di sana, jadi hanya hari pertama gempa mereka sempat mengungsi dan paginya warga sudah beraktivitas," ujarnya.

Menurut Hasyim, pihaknya masih kesulitan menjangkau lokasi terdampak gempa di Batang Dua. Akses transportasi menjadi penyebabnya.

"Bantuan logistik hingga hari ini belum bisa terdistribusi karena terkendala transportasi," kata dia.

Sementara itu, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Sabtu (16/11) sudah terjadi 183 kali gempa susulan, 10 di antaranya dirasakan oleh warga di Maluku Utara.

"Sudah terjadi 183 kali gempa susulan, untuk sebaran gempanya masih di titik yang sama yakni dekat dengan kecamatan pulau batang dua," kata Taufan Taufik, Staf Operasional BMKG Ternate.


[Gambas:Video CNN] (shr/pmg)