Warga Manado dan Maluku Utara Panik Akibat Gempa

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 00:29 WIB
Warga Manado dan Maluku Utara Panik Akibat Gempa Ilustrasi gempa. (Istockphoto/ Vchal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa tektonik magnitudo 7,1 mengguncang kawasan Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Menurut saksi Yoseph Ikanubun, warga Manado sempat berlarian ke luar rumah akibat guncangan gempa dan peringatan waspada tsunami.

"Warga sempat panik dan keluar rumah terutama yang di pinggir pantai, tapi kini sudah kondusif. Warga yang di pantai sempat berlarian ke tempat tinggi dan bertahan setengah jam. Mereka membawa harta seadanya," kata Yoseph seperti diwawancara oleh CNNIndonesia TV, Jumat (15/11).

Yoseph menyatakan sampai saat ini ketinggian muka air laut terlihat masih normal. Namun, dia menyatakan aparat tetap meminta warga waspada.




Sedangkan saksi Sahril Abdullah di Maluku Utara menyatakan gempa terasa sangat kuat.

"Guncangannya terasa sangat kuat. Namun permukaan air laut terlihat masih tetap normal," kata Sahril.

Menurut Sahril, petugas BPBD dan kepolisian masih melakukan patroli di pesisir pantai untuk mengevakuasi warga yang ingin menyelamatkan diri.

Dilansir dari akun Twitter BMKG, mereka meralat kekuatan gempa setelah sebelumnya ditulis mencapai magnitudo 7,4. Mereka menyatakan pusat gempa berada di koordinat 1,63 derajat Lintang Utara dan 126,49 derajat Bujur Timur.

Jarak pusat gempa sekitar 134 kilometer sebelah barat laut Jailolo. Kedalamannya mencapai 10 kilometer.


Menurut Kepala BMKG Manado, Edward Henry Mengko, menyatakan sampai saat ini mereka masih terus memantau tinggi gelombang air laut usai gempa apakah masih berpotensi tsunami. Dia meminta warga tidak perlu mengungsi dan kembali ke rumah, tetapi tetap waspada.

"Kami masih memantau gelombang air laut, dan kalau potensi ancaman sudah berlalu maka kami akan menyatakan peringatan tsunami sudah berakhir," kata Edward.

Edward menyatakan sudah terjadi empat kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi. Yaitu antara magnitudo 4,3 sampai 4,9. (ayp/ayp)