Sebelumnya dikatakan bahwa penyerangan di Desa Pulau Panas dilakukan oleh macan tutul. Namun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan meralat dengan menyebut serangan dilakukan oleh harimau.
Lihat juga:Petani Kopi Tewas Diterkam Macan Tutul |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara serangan kedua terjadi di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat yang berada di dalam kawasan hutan lindung Gunung Patah. Dalam serangan itu seorang warga bernama Kuswanto (58) tewas.
Kepala BKSDA Sumatera Selatan Genman Suhefti Hasibuan menuturkan penyerangan diduga dilakukan oleh Harimau Sumatera. Sebab, berdasarkan keterangan warga, hewan yang menyerang berwarna putih dan bercorak kuning hitam pada sebagian bahunya.
Dirinya berujar, harimau tersebut merasa terganggu sehingga keluar dari habitatnya. Untuk penyerangan pertama di Gunung Dempo, pihaknya menduga harimau terganggu karena semakin banyak kebun sayur di kawasan tersebut.
Sementara pada penyerangan kedua, jarak permukiman dengan kawasan hutan lindung berkisar 600 meter. Serangan terjadi di kebun yang posisinya berada di kawasan hutan lindung.
[Gambas:Video CNN]
"Perambahan hutan oleh masyarakat pun bisa menyebabkan harimau merasa terganggu habitatnya sehingga keluar jauh. Gangguannya bisa berbagai macam, bisa karena karhutla, illegal logging, perburuan, perambahan, atau membuka lahan baru," ujar dia.
"Kita juga berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) selakuk pengelola kawasan untuk pemasangan kamera trap dan pendampingan serta sosialisasi kepada masyarakat penyangga kawasan hutan lindung," ujar dia. (idz/wis)