Kaki kanan bagian depan satwa langka tersebut membusuk, sedangkan bagian perutnya terluka. Kedua luka di tubuh harimau akibat terkena jerat kawat seling. Kawat ini diduga merupakan ulah pemburu di kawasan hutan TNBBS. Lokasi tersebut masuk dalam wilayah Resort Suoh SPTN III, BPTN II Liwa, Kabupaten Lampung Barat dan berada di zona rimba.
Harimau Sumatera bernama Kyai Batua memiliki berat sekitar 110 kilogram dan berusia antara 3-4 tahun, saat ini dalam perawatan intensif dokter hewan di Taman Konservasi Lembah Hijau (TKLH) Kota Bandarlampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hifzon menuturkan, kalau harimau sumatera Kyai Batua ini, belum bisa disaksikan langsung oleh banyak orang. Mengingat kondisinya yang masih belum stabil dan masih dalam isolasi guna proses masa penyembuhan luka.
Proses evakuasi dilakukan pada Rabu, (3/7) sekitar pukul 13.26 WIB. Tim WRU tiba di lokasi penjeratan harimau, lalu tim tersebut mempersiapkan peralatan bius dan kandang angkut untuk mengevakuasi harimau.
Proses penyelamatan pertama yang dilakukan, dengan pembiusan dan tindakan medis untuk mengobati luka. Lalu harimau tersebut dibawa ke Lembaga Konservasi Lembah Hijau Kota Bandarlampung untuk dilakukan perawatan intensif. (zas/age)