Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim mengatakan penyederhanaan jumlah mata pelajaran di sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan. Sebab beban yang ditanggung siswa dan guru akan berkurang.
"Jadi penyederhanaan mata pelajaran ini akan berdampak ke guru juga ke siswa. Selama ini beban belajar siswa kita terlalu besar sehingga mereka harus banyak tahu, tapi tidak dalam," kata Ramli saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tingkat SMP, IGI menyarankan maksimal lima mata pelajaran. Sementara di SMA, IGI mengusulkan enam mata pelajaran. Ramli mengatakan perlu ada kajian lebih lanjut tingkat mata pelajaran di SMP dan SMA.
"Di daerah-daerah terpencil kebutuhan guru menjadi sangat besar hanya karena kebanyakan mata pelajaran. Saya kasih contoh (ke Nadiem), ada sekolah di kampung saya di Maros, itu siswanya 35 orang, butuh guru empat belas oranf guru karena sampai hanya 35 siswanya," ucap dia.
Dia menuturkan usul itu direspons positif oleh Nadiem. IGI berencana kembali menemui Nadiem di bulan depan untuk memastikan usulan tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Awaluddin Tjalla mengatakan belum ada arahan dari Nadiem untuk perancangan kurikulum baru seperti itu.
"Hingga saat ini, belum diarahkan ke sana," kata Awaluddin kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Kamis (21/11). (dhf/ain)