Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, bilang fokus pembangunan Jokowi di pemerintahan periode kedua adalah perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM). Perbaikan ini menjadi mutlak karena perkembangan waktu dan teknologi menuntut kemampuan SDM.
"Presiden yakinkan kualitas SDM adalah hal penting," ucap Sri Mulyani kala memberi sambutan pada acara KTT Investasi antara AS dan Indonesia yang dihadiri para pengusaha Negeri Paman Sam di Jakarta, Kamis (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di depan pengusaha AS, Ani juga meyakinkan bahwa kebijakan pembangunan infrastruktur akan tetap dilanjutkan. Khususnya, infrastruktur yang mampu menunjang fokus pembangunan kualitas SDM.
Pada 2020, pemerintah mengalokasi APBN untuk sektor pendidikan sekitar Rp508 triliun. Sementara untuk sektor kesehatan, yang juga dalam rangka menunjang perbaikan kualitas SDM dialokasikan Rp132 triliun.
"Ini semua dalam rangka menyelaraskan program prioritas Presiden. Anggaran ini juga sudah disetujui oleh DPR," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN]
Tak hanya itu, keseriusan pembangunan kualitas SDM melalui sektor pendidikan juga akan dikejar dengan pengembangan riset dan penelitian. Untuk mengejar hal ini, pemerintah sudah menyiapkan insentif pajak bertajuk super deductiable tax.
Insentif itu berupa pengurangan pajak sekitar 200 persen sampai 300 persen bagi investasi di bidang riset dan pendidikan vokasional. Insentif ini pun ditawarkan Ani kepada para pengusaha AS yang datang di forum tersebut.
"Ini memberi sinyal kepada investor bahwa Anda tidak hanya disambut disini, tapi juga diberi insentif agar uang yang Anda bawa, teknologi dan pengetahuan yang Anda bawa, akan benar-benar menciptakan kegiatan produktif di Indonesia," tandasnya. (uli/bir)