Ryamizard soal Terorisme: yang Janjikan Surga Harusnya Duluan

CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 06:09 WIB
Eks Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai upaya mengubah pola pikir adalah ancaman serius, karena banyak orang sampai mau meledakkan bom bunuh diri. Eks Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mempertanyakan mengapa orang yang mengiming-imingi surga tidak mau meledakkan bom bunuh diri terlebih dahulu dan justru menyuruh orang lain (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa iming-iming didampingi 72 bidadari di surga bagi orang yang mau meledakkan bom bunuh diri adalah kebohongan.

Ryamizard menilai ajakan itu tak masuk akal. Dia mempertanyakan mengapa orang yang memberikan iming-iming surga dan bidadari tak mau melakukan bom bunuh diri lebih dahulu, tetapi justru menyuruh orang lain melakukannya.

"Pertanyaannya, yang nyuruh itu, kalau sudah tahu masuk surga, [harusnya] duluan masuk surga. Ini nyuruh-nyuruh, dia tidak mau juga masuk surga. Berarti tidak masuk akal juga," ujar Ryamizard dalam Dialog Kebangsaan di bilangan Senayan, Jakarta, Senin (25/11).


Ryamizard yakin perubahan pola pikir adalah ancaman dan tantangan yang harus diperhatikan bersama. Dalam hal ini, berkaitan dengan terorisme.

Ryamizard mengatakan bahwa setiap orang umumnya tidak menyukai tindakan kekerasan. Namun, ketika pola pikir seseorang diubah, maka menjadi berani meledakkan bom bunuh diri sekali pun.
Dia memberi contoh kasus Bom Surabaya pada 2018 yang melibatkan seorang perempuan dan anaknya.

"Itu tidak masuk akal. Anak perempuan dilempar petasan saja teriak-teriak kok, apalagi bom. Kenapa? Pola pikirnya sudah diubah. Ini bahaya," ujarnya.

Ryamizard kemudian menyinggung soal program bela negara. Menurutnya, itu memang perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Ryamizard menjelaskan ada sejumlah ancaman terhadap negara. Pertama, dia menyampaikan ancaman belum nyata, yakni perang terbuka antar negara. Dia berkata potensi ancaman perang antar negara masih sangat kecil, khususnya di ASEAN.

Kedua, Ryamizard menyampaikan, ancaman nyata lainnya berupa terorisme, narkoba, bencana alam, pemberontakan, wabah penyakit, hingga intelijen.

Menurut Ryamizard, program bela negara memang perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi sejumlah ancaman tersebut.

"Semua warga negara wajib untuk bela negara. Memang wajib bela negara. Kalau bukan kita siapa lagi," ujar Ryamizard.
[Gambas:Video CNN] (jps/bmw)