PKB Cari Cara Muluskan Usulan NU Presiden Dipilih MPR

CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 22:30 WIB
PKB menerima usulan PBNU soal presiden dipilih kembali oleh MPR sebagai masukan dan akan mikikirkan caranya agar semua fraksi di DPR menerima usulan itu. Wakil Ketua MPR Fraksi PKB Jazilul Fawaid. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan pihaknya akan memikirkan cara agar seluruh fraksi bisa menerima usulan presiden dan wakil presiden kembali dipilih oleh MPR, sebagaimana diusulkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menurutnya, bila semua fraksi di MPR setuju presiden dan wakil presiden kembali dipilih oleh MPR, maka PKB berhasil meyakinkan hal yang menjadi usulan dari PBNU tersebut.

"Fraksi PKB akan menerima itu sebagai masukan, nasihat, sekaligus kami akan berpikir apakah nanti ide atau arahan dari PBNU akan diterima dari semua fraksi yang ada," kata Jazilul kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (28/11).


Ia meyakini bahwa para ulama di PBNU telah melakukan kajian terkait usulan agar presiden dan wakil presiden kembali dipilih oleh MPR.

Menurutnya, kajian tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan tentang sisi positif dan negatif penyelenggaraan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung sejak digelar pertama kali pada 2004.

"Tentu rekomendasi dari PBNU agar presiden dipilih oleh MPR, bahkan kepala daerah dipilih oleh MPR berdasarkan kajian para ulama PBNU yang mempertimbangkan maslahat dan mudaratnya," kata Jazilul.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, PBNU mendukung agar presiden dan wakil presiden kembali dipilih oleh MPR ketimbang dipilih melalui mekanisme pemilihan langsung.

Hal itu diutarakan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet usai bertemu dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (27/11).

Bamsoet menjelaskan bahwa usulan PBNU untuk memilih presiden melalui mekanisme MPR itu berdasarkan hasil Musyawarah Alim Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat 2012 silam.

"Kami juga hari ini mendapat masukan dari PBNU berdasarkan hasil Munas PBNU sendiri di tahun 2012 di Cirebon yang intinya adalah PBNU merasa pemilihan presiden dan wapres lebih bermanfaat, bukan lebih baik, lebih tinggi kemaslahatannya lebih baik dikembalikan ke MPR ketimbang (dipilih rakyat) langsung," kata Bamsoet. (mts/osc)