Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengatakan bahwa nominal peningkatan dana bantuan parpol itu merupakan hasil kajian dari Direktorat Politik dan Komunikasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menerangkan sejumlah lembaga negara pun sudah memiliki kajian terkait peningkatan dana bantuan parpol. Bahtiar menyebut salah satunya, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengkaji nominal dana bantuan parpol yang layak berada di angka antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.
Terpisah, Mendagri Tito Karnavian mengaku sudah berunding dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait dana bantuan parpol.
Ia pun meminta bantuan dari Komisi II agar bisa memperjuangkan peningkatan dana bantuan parpol. Namun, Tito tidak mengungkapkan nominal peningkatan dana parpol yang perlu dilakukan.
"Kami mohon dukungan dari Komisi II juga bisa diperjuangkan agar parpol bisa mendapatkan anggaran lebih besar untuk survive-nya operasionalnya parpol," kata Tito dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR, Kamis (28/11).
[Gambas:Video CNN]
Di tempat yang sama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Hadi Prabowo menyampaikan bahwa terjadi kekurangan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk dana bantuan parpol pada 2020.
"Kemendagri dalam hal ini politik dan pemerintahan umum memang menyarankan (dana) bantuan parpol per suara Rp1.000, di 2020 memang karena ada jumlah parpol yang meningkat sehingga masih kurang, kurang lebih Rp4 miliar," kata Hadi. (mts/wis)