Sejumlah pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum menuju kantor di sekitar kawasan Monas pun mengalami keterlambatan.
Bayu misalnya, karyawan swasta yang bekerja di Jalan Medan Merdeka Selatan, telat masuk kerja sekitar 20 menit. Dia menumpang Bus TransJakarta dari Stasiun Juanda. Padahal, dia sengaja berangkat lebih pagi agar terhindar dari keterlambatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayu menuturkan Bus TransJakarta yang ditumpanginya berjalan perlahan karena banyak kendaraan pribadi maupun bus pengangkut massa Reuni Akbar 212 diparkir sembarangan di sepanjang jalan Medan Merdeka Selatan.
"Kalau acaranya hari kerja, apalagi hari Senin menyusahkan dan bikin repot. Kalau bisa acara kayak gitu pas akhir pekan," ujarnya.
Kendaraan massa aksi Reuni 212 parkir sembarangan di Jakarta Pusat (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko) |
"Lebih baik naik kendaraan umum saja kalau tidak mau parkir di tempat-tempat yang menyediakan parkir," ujar Bayu.
Senada, Yuni seorang aparatur sipil negara di kantor kementerian yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat, kesal karena terkena macet imbas dari Reuni Akbar 212. Dia mempertanyakan alasan acara tersebut diselenggarakan di hari kerja dan pagi hari.
"Seharusnya jangan pagi biar orang yang kerja tidak terlambat," ujarnya.
Rini yang tinggal di kawasan Cempaka Putih itu juga kecewa banyak kendaraan yang diparkir di jalan umum. Dia berkata panitia acara seharusnya menyediakan parkir bagi peserta agar peserta acara tidak parkir sembarangan.
Ke depan, Rini berharap acara seperti Reuni 212 tidak menyebabkan kemacetan bagi para pekerja.
[Gambas:Video CNN] (jps/pmg)
