Gempa Ambon terjadi pada 26 September 2019 didahului gempa pendahuluan yang terdeteksi pada 18 Agustus 2019. Gempa pendahuluan ini terjadi dalam kluster pusat gempa dengan kekuatan kecil. Setelah gempa utama, terjadi gempa susulan hingga 2.614 kali dan yang dirasakan sebanyak 292 kali.
"Setelah terjadi gempa berkekuatan 6,5 SR di pulau Ambon dan sekitarnya disertai gempa susulan, maka saat ini menuju kondisi stabil atau normal," katanya, saat sosialisasi dan edukasi bencana di Ambon, Selasa (3/12) seperti dikutip Antara.
"Gempa utama yang terjadi dengan pola sesar gempa susulan tidak bersumber dari sesar gempa utama, sehingga menjadi faktor gempa susulan di Ambon," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu cerminan kondisi batuan di zona gempa yang rapuh, dan adanya triggered off fault seismicity (gempa terpicu di sesar yang berada di luar bidang gempa utama).
[Gambas:Video CNN]
Diakuinya, beberapa pelajaran dari gempa yang terjadi di Ambon yakni perlu adanya identifikasi struktur sesar aktif dasar laut sekitar Ambon.
Mewaspadai jalur-jalur sesar aktif, selanjutnya menata ruang dan bangunan berbasis resiko bencana.
Yang terpenting lanjutnya, gempa tidak membunuh. Tetapi, banyaknya bangunan yang rubuh akibat gempa menjadi penting untuk membuat bangunan tahan gempa.
Gempa magnitudo relatif kecil dapat menimbulkan kerusakan, jika struktur bangunan lemah.
"Karena itu masyarakat diimbau agar jangan mudah percaya isu dan ramalan yang akan terjadi gempa besar, karena gempa belum dapat diprediksi," kata Daryono (eks)