"Saya meminta, agar setiap produk-produk kebijakan, produk-produk regulasi, produk-produk perundangan, rasa ideologi itu harus nampak. Ideologi Pancasila itu harus nampak di situ. Rasa ideologi Pancasila itu harus ada," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/12).
Jokowi mengklaim kebijakan yang dirinya bentuk selama ini memiliki nilai-nilai Pancasila. Seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta Bantuan program keluarga harapan (PKH).
"Lihat lebih dalam lagi, ada apa di situ. kemanusiaan, prikemanusiaan. Ada di situ," ujarnya.
Kemudian, kata Jokowi, kebijakan BBM satu harga di wilayah Papua juga terkandung nilai Pancasila.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengatakan kebijakan pembangunan infrastruktur juga memiliki nilai Pancasila. Menurutnya, jangan hanya melihat kebijakan itu secara fisik maupun dampak ekonominya saja.
"Coba lebih dalami lagi, akan muncul ideologi-ideologi, yang setiap program bapak ibu sekalian munculkan ada rasa ideologi Pancasilanya," kata mantan wali kota Solo tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Namun, bagi Jokowi, yang tak kalah penting adalah membumikan Pancasila. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila ini harus bisa ditransfer kepada anak-anak muda, yang saat ini mencapai 129 juta jiwa.
Ia menginginkan penyebaran Pancasila dilakukan secara masif dan kuat melalui media komunikasi dan sosial yang digandrungi anak-anak muda.
"Ideologi Pancasila sekarang ini memang harus kita sebarkan. Kita banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang-barang (alat komunikasi dan media sosial) ini," ujarnya.