Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Genman Suhefti Hasibuan mengatakan lokasi penyerangan terjadi di kebun garapan korban yang letaknya berada di dalam hutan lindung yang jadi habitat beruang madu tersebut. Saat ditemukan, sekujur tubuh korban penuh luka di bagian kaki dan tangan.
"Jenazah korban baru bisa dievakuasi malam menjelang dini hari karena lokasinya yang jauh di dalam hutan lindung, sekitar 30 kilometer dari permukiman. Sekarang jenazah sudah dikebumikan," ujar Genman, Rabu (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas juga berupaya untuk melakukan penjagaan agar beruang tetap di habitatnya," kata dia.
"Hari ini kita ke lokasi untuk memantau lokasi persisnya di mana. Diduga kuat memang di dalam hutan lindung karena jarak pemukiman dengan kebun korban 30 kilometer," ujar dia.
Dia mengatakan sifat alami beruang akan selalu menghindar jika bertemu manusia, kecuali jika mereka saling berhadapan. Kemungkinan besar korban tidak sengaja berhadapan dengan beruang yang sedang mencari makan.
Aziz mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap beruang apabila beraktivitas di dalam hutan lindung. Dirinya pun mengimbau warga melapor apabila beruang sudah masuk ke kawasan pemukiman warga.
"Pasang juga papan peringatan agar warga lain yang tidak tahu, tetap waspada. Sementara ini kita pasang kamera trap dulu untuk memantau keberadaan beruang," kata dia.