Polda Metro Klaim Granat Asap di Monas Bukan Milik Polisi

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 15:44 WIB
Polda Metro Klaim Granat Asap di Monas Bukan Milik Polisi Polda Metro Jaya menyatakan granat asap di Monas tersebut berkaitan dengan pengamanan acara Reuni 212 yang digelar satu hari sebelumnya. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya mengklaim granat asap yang berujung ledakan di Monas, Selasa (3/12) kemarin bukan milik anggotanya.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

"Tidak ada, tidak ada punya polisi. Siapa bilang punya polisi," kata Yusri di RS Polri Kramat Jati, Rabu (4/12).


Yusri juga menegaskan bahwa granat asap di Monas tersebut tidak berkaitan dengan pengamanan acara Reuni 212 yang digelar satu hari sebelumnya, tepatnya Senin (2/12) lalu.

Ia memastikan tak ada personel yang yang dibekali dengan granat asap saat proses pengamanan tersebut.

"Tidak ada sama sekali (personel bawa granat asap)," ujar Yusri.

Sebuah ledakan diduga berasal dari granat asap terjadi di Monas, Jakarta Pusat tepatnya pukul 07.15 WIB, Selasa (3/12). Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menyebut ledakan terjadi di sisi utara tugu Monas.

Sebelum ledakan terjadi, sejumlah personel TNI tengah berolahraga di dalam kompleks Monas. Personel TNI yang bermarkas di Medan Merdeka Timur itu, kata Gatot, memang rutin melakukan olahraga pagi di kawasan Monas tiap Selasa.

Akibatnya, dua orang anggota TNI menjadi korban, yakni Sersan Kepala (Serka) Fajar dan Prajurit Kepala (Praka) Gunawan.
[Gambas:Video CNN]

Gatot mengatakan pihaknya belum mengetahui asal granat asap yang diduga menjadi sumber ledakan di Monas.

"Granat asap itu kan bisa dimiliki oleh anggota-anggota kita seperti pasukan Dalmas dan lain sebagainya. Mungkin bisa tertinggal atau sebagainya. Kami belum tahu ini asalnya dari mana, kami akan dalami nanti," tutur Gatot, Selasa (3/12). (dis/gil)