Polda Bantah Granat Asap Terkait Pengamanan Reuni 212

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 14:37 WIB
Polda Bantah Granat Asap Terkait Pengamanan Reuni 212 Olah TKP ledakan di Monas, Jakarta, 3 Desember 2019. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya memastikan personel yang diterjunkan saat pengamanan Reuni 212, Senin (2/12) lalu tak dibekali dengan granat asap.

Seperti diketahui, selang satu hari pascagelaran Reuni 212, tepatnya Selasa (3/12) pagi, terjadi ledakan di Monas yang diduga berasal dari granat asap.

"Tidak ada sama sekali (personel bawa granat asap)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di RS Polri Kramat Jati, Rabu (4/12).


Sampai saat ini, kata Yusri, pihaknya juga masih menyelidiki asal dari granat asap tersebut. Yusri juga masih enggan menjelaskan lebih lanjut ihwal perkembangan penyelidikan insiden ledakan itu. Dia berdalih masih menunggu informasi dari penyidik.
"Saya juga masih sama-sama menunggu perkembangan dari penyidik," ucap Yusri.

Sebuah ledakan diduga berasal dari granat asap terjadi di Monas, Jakarta Pusat tepatnya pukul 07.15 WIB, Selasa (3/12). Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menyebut ledakan terjadi di sisi utara tugu Monas.

Sebelum ledakan terjadi, sejumlah personel TNI tengah berolahraga di dalam kompleks Monas. Personel TNI yang bermarkas di Medan Merdeka Timur itu, kata Gatot, memang rutin melakukan olahraga pagi di kawasan Monas tiap Selasa.

"Di Monas memang banyak TNI yang olahraga," tutur Gatot dalam konferensi pers di Monas, Selasa (3/12).
[Gambas:Video CNN]

Kemudian, lanjut Gatot, terjadi ledakan dari granat asap yang belum diketahui asalnya. Ledakan dari granat tersebut melukai korban yakni Sersan Kepala (Serka) Fajar dan Prajurit Kepala (Praka) Gunawan.

Gatot mengatakan pihaknya belum mengetahui asal granat asap yang diduga menjadi sumber ledakan di Monas.

"Granat asap itu kan bisa dimiliki oleh anggota-anggota kita seperti pasukan Dalmas dan lain sebagainya. Mungkin bisa tertinggal atau sebagainya. Kami belum tahu ini asalnya dari mana, kami akan dalami nanti," tutur Gatot. (dis/ain)