FOTO: Aksi Nelayan di Depan Mapolda Metro Jaya

Andry Novelino, CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 18:46 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Nelayan Kampung Baru Dadap dan Kamal Muara yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Jakarta berunjuk rasa menuntut pembebasan rekannya.

Nelayan Kampung Baru Dadap dan Kamal Muara yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Jakarta berunjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/12). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Mereka menuntut pembebasan rekan mereka, Muhamad Alwi yang ditahan selama dua puluh hari oleh Polda Metro Jaya atas pelaporan PT. Kukuh Mandiri Lestari anak dari Agung Sedayu Group dengan tuduhan pengancaman. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Muhamad Alwi ditahan di Polda Metro Jaya setelah ditetapkan sebagai tersangka perbuatan tidak menyenangkan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Pengacara menyatakan Muhamad Alwi dipolisikan oleh pengembang Pulau C, sedangkan pengembang membantah membuat aduan ke polisi soal kasus ini. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Muhamad Alwi awalnya memprotes aktivitas kapal tongkang di pesisir Kamal Muara dan Pulau C. Kasus itu terjadi pada 11 Desember 2017. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Para nelayan memprotes aktivitas reklamasi karena dikhawatirkan mengganggu ternak kerang hijau para nelayan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Dalam hak jawabnya, pengembang Pulau C PT KapukNaga Indah menyebutkan bahwa PT KapukNaga Indah selaku pengembang tidak pernah melaporkan Muhamad Alwi, karena berdasarkan informasi pelaporan dilakukan oleh PT Kukuh Mandiri Lestari. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
PT Kapuk Naga Indah menyebutkan bahwa Muhamad Alwi dilaporkan ke Kepolisian RI Daerah Metro Jaya, bukan karena memprotes aktivitas reklamasi Pulau C, melainkan melakukan suatu perbuatan/tindakan yang disertai dengan ancaman kekerasan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)