Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Nazli, mengatakan nelayan yang tidak pergi ke laut berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kepulauan Nias.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa saja nelayan tersebut sampai ke India, Australia, dan Afrika, karena mengarungi perairan Samudera Hindia dan merupakan lautan lepas," ucap dia.
Ia mengatakan tidak melautnya nelayan kecil itu mengakibatkan ikan yang dijual semakin berkurang dan harganya juga cukup mahal.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (22/9) pukul 16.00 WIB, daerah Sumut dikepung oleh wilayah yang memiiliki sebaran titik api tinggi. Yakni, Riau (381 titik api), Jambi (1021 titik api), Sumatera Selatan (1018 titik api).
[Gambas:Video CNN] (arh)