Istana: Gibran & Bobby Maju Pilkada Bukan Bangun Dinasti

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 20:31 WIB
Istana: Gibran & Bobby Maju Pilkada Bukan Bangun Dinasti Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan putra dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution yang maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 bukan upaya membangun dinasti politik Jokowi.

Gibran berencana maju dalam pemilihan wali kota Solo, sementara Bobby sudah mantap maju dalam pemilihan wali kota Medan.
"Anggapan itu kan perlu diluruskan. Ini kan proses pembelajaran politik bagi masyarakat. Jadi jangan terus menjustifikasi dinasti politik," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/12).

Moeldoko menyatakan Gibran dan Bobby memiliki hak politik, baik dipilih maupun memilih. Selama hak politik tak dicabut, kata Moeldoko, mereka berdua sah-sah saja mengikuti kontestasi pesta demokrasi lima tahunan itu.


"Kalau di dalam politik itu, itu aja ketentuannya. Role-nya adalah siapa-siapa yang hak politiknya dicabut karena sesuatu, nah itu enggak oleh. Tapi kan ini semua orang punya hak politik yang sama," ujarnya.

Mantan panglima TNI itu menegaskan bahwa Istana Kepresidenan juga tak akan ikut campur dalam proses pencalonan sampai pada pemilihan Gibran maupun Bobby di Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah dan Medan, Sumatera Utara.

"Istana tidak ikut campur, itu kan balik lagi hak politik seseorang. Terserah, kami enggak boleh," tuturnya.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera sebelumnya menyinggung soal gejala nepotisme yang kembali muncul di Indonesia. Dia menilai gejala nepotisme yang hadir kembali di Indonesia merupakan suatu kemunduran bagi demokrasi.

Pernyataan itu diungkapkan Mardani saat menjawab pertanyaan wartawan tentang pandangan PKS atas majunya menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution dalam Pemilihan Wali Kota Medan 2020.

Ia menyarankan agar masyarakat belajar sejarah kembali karena semangat reformasi sendiri bertujuan untuk memerangi nepotisme.

"Cari yang merit sistem dan itu sangat baik," kata Mardani di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta.

Meski menyinggung gejala nepotisme, Mardani menyatakan tak keberatan bila Bobby Nasution memutuskan maju dalam pemilihan Wali Kota Medan melalui PDIP.

[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kancah politik di tingkat daerah maupun nasional.

"Kalau setiap orang punya hak untuk dipilih dan memilih. Selama tidak dalam syarat tidak boleh dipilih," kata Mardani.

"Saya tidak ingin judgment. Semua orang berhak, kalau sikap saya nepotisme itu adalah kemunduran bagi demokrasi Indonesia. tapi setiap orang punya hak untuk maju gitu," tambah Mardani. (fra/wis)