Moeldoko: Kacamata Rocky Gerung Buram

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 18:39 WIB
Moeldoko: Kacamata Rocky Gerung Buram Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai kacamata Rocky Gerung buram menilai Presiden Joko Widodo tak paham nilai-nilai Pancasila. Moeldoko menyebut Rocky juga tak tepat mengaitkan Pancasila dengan keputusan menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

"Saya pikir itu cara menilainya itu, kacamatanya buram," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/12).

Moeldoko menyebut Rocky salah menilai Jokowi tak paham Pancasila. Ia menyatakan Jokowi sendiri baru saja memberikan pengarahan dalam Internalisasi dan Pembumian Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, kemarin.


"Internalisasi pancasila itu sudah kelas yang paling tinggi. Jadi kemarin beliau sudah mengajarkan internalisasi Pancasila itu sudah kelas yang paling tinggi," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengaku tak tertarik dengan ucapan yang dilontarkan Rocky.

"Saya nggak pernah tertarik omongannya Rocky Gerung. Enggak tahu saya," ujarnya.

Saat disinggung apakah pernyataan Rocky itu masuk unsur penghinaan kepada kepala negara, Mahfud tak menjawab. Ia menyebut PDI-Perjuangan telah bersikap atas pernyataan Rocky itu.

Sebelumnya, dalam acara ILC TvOne, Rocky mengatakan tidak ada yang Pancasilais. Rocky bahkan menyebut Jokowi tak memahami nilai-nilai Pancasila, namun hanya menghapal lima sila dasar negara tersebut.

"Jadi sekali lagi, polisi Pancasila atau Presiden enggak ngerti Pancasila, dia hapal tapi enggak paham. Kalau dia paham dia enggak berutang, kalau dia paham dia enggak naikin BPJS, kalau dia paham dia enggak melanggar UU Lingkungan," kata Rocky.

[Gambas:Video CNN]

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengatakan Rocky melontarkan pernyataan hiperbola dengan menyebut Jokowi tak paham Pancasila.

Sementara politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang mengancam melaporkan Rocky yang juga peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) tersebut.

Junimart belum menyatakan kapan akan melaporkan Rocky. Ia  mengaku masih berkoordinasi dengan jajaran DPP PDIP untuk melakukan pelaporan tersebut.

"Ini masih koordinasi komunikasi dengan DPP PDIP," kata dia.

(fra/ugo)