Sebelumnya, CNNIndonesia.com melaporkan massa DSKS dan Banser NU terlibat saling lempar batu di depan Kantor PCNU Surakarta. Namun Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai menyebut yang terjadi saat itu hanya adu mulut antara dua kelompok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isi ceramah Gus Muwafiq menjadi sorotan lantaran mengisahkan kehidupan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang anak yang diasuh kakek dan tanpa kedua orang tua, Gus Muwafiq menyebut Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik.
"Kebetulan di situ juga ada kegiatan dari PCNU, di situ ada Banser ada juga beberapa orang, kemudian di situ terjadi adu mulut," ujar Andy.
Disampaikan Andy, saat itu sejumlah personel Brimob dan polisi dari Polresta Surakarta berada di lokasi. Karenanya, bentrokan antara kedua massa bisa langsung dicegah.
"Bisa kita redam kemudian juga sudah kita sampaikan pada pimpinan masing-masing kelompok untuk bisa meredam, bisa menahan diri kemudian mereka tadi sekitar jam 4 sore sudah kembali ke rumah masing-masing," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Versi PCNU Surakarta, bentrok dipicu oleh massa DSKS dan FUIS membunyikan suara motornya dengan keras di depan Kantor PCNU Surakarta. Aksi tersebut membuat massa Pagar Nusa dan Banser keluar dari kantor PCNU Surakarta.
"Kita memang rekan-rekan di NU, Pagar Nusa dan Banser sudah bersiaga di Kantor PCNU. Mereka DSKS dan FUIS usai demo di Polresta Surakarta melintasi kantor PCNU," kata Ketua PCNU Wonogiri, Mubarok yang ikut berjaga sejak siang di Kantor PCNU Surakarta. (dis/wis)