NU Jateng Minta Nahdliyin Tak Terprovokasi Bentrok Solo

CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 12:48 WIB
NU Jateng Minta  Nahdliyin Tak Terprovokasi Bentrok Solo Dugaan bentrok FUIS dan anggota NU. (Foto: Dok. Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah meminta seluruh warga NU tidak terprovokasi bentrokan yang terjadi di depan kantor Pengurus Cabang NU Surakarta pada Jumat (6/12) sore.

Bentrokan itu melibatkan massa Banser NU dengan massa dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan Forum Umat Islam Surakarta (FUIS).

"Kami juga meminta kepada segenap warga NU tetap tenang dan menjalankan kegiatan seperti biasa, tidak terpancing provokasi pihak yang tak bertanggung jawab," bunyi pernyataan Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah yang dilihat CNNIndonesia.com pada Sabtu (7/12).



Kepengurusan juga meminta seluruh anggota NU untuk menjaga kehormatan atau marwah Jami'iyyah NU dengan mendepankan tata krama sosial dan koridor hukum yang berlaku.

Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 15.15 WIB itu pecah saat rombongan DSKS dan FUIS melintas di depan kantor PCNU, Jalan Honggowongso, Jayengan, Solo.

[Gambas:Video CNN]

Massa DSKS dan FUIS menyalakan suara mesin motor dan klakson dengan keras hingga memicu massa Pagar Nusa dan Banser NU yang tengah berjaga keluar.

Adu mulut antar ormas Islam itu pun tak terhindarkan hingga akhirnya berujung saling lempar batu.

"Kita memang rekan-rekan di NU, Pagar Nusa dan Banser sudah bersiaga di Kantor PCNU. Mereka DSKS dan FUIS usai demo di Polresta Surakarta melintasi kantor PCNU," kata Ketua PCNU Wonogiri, Mubarok yang ikut berjaga sejak siang di Kantor PCNU Surakarta.

"Ada aparat di situ, seharusnya saling menghormati, tapi ini malah bunyikan klakson dan gas sepeda motornya keras. Kami terpancing", ujar dia.


Polisi baru bisa meredam bentrokan sekitar pukul 17.00 WIB setelah pihak berwenang terus mendesak mundur massa DSKS dan FUIS.

Sementara itu versi kepolisian menyebutkan bahwa bentrokan bermula setelah massa DSKS berunjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai menuturkan sekitar 30-50 orang massa DSKS memutuskan untuk pulang setelah kurang lebih satu jam berunjuk rasa. Dalam perjalanan pulang, mereka melintas di depan kantor PCNU Surakarta.

"Kebetulan di situ juga ada kegiatan dari PCNU, di situ ada Banser ada juga beberapa orang, kemudian di situ terjadi adu mulut," ujar Andy.

Andy mengatakan unjuk rasa itu berkaitan dengan isi ceramah yang disampaikan Gus Muwafiq viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Dalam ceramahnya, Gus Muwafiq mengisahkan kehidupan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang anak yang diasuh kakek dan tanpa kedua orang tua, Gus Muwafiq menyebut Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik. (rds/asa)


ARTIKEL TERKAIT