Nadiem Jawab JK: UN Dihapus Tak Bikin Siswa Lembek

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 20:32 WIB
Nadiem Jawab JK: UN Dihapus Tak Bikin Siswa Lembek Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim saat menyampaikan pokok kebijakan bidang pendidikan pada Rapat Koordinasi. Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjawab kritik Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla soal penghapusan ujian nasional (UN) akan akan membuat para siswa menjadi generasi muda yang lembek.

Nadiem mengatakan perubahan sistem UN menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter itu justru lebih membuat sekolah lebih tertantang.

"Enggak sama sekali (membuat siswa lembek), karena UN itu diganti asesmen kompetensi di 2021. Malah lebih men-challenge sebenarnya," kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12).


Nadiem menyebut usai sistem ujian baru ini diterapkan, pihak sekolah harus mulai menerapkan pembelajaran yang sesungguhnya, bukan sekedar penghafalan semata. Menurutnya, kebijakan penghapusan UN akan dimulai pada 2021.
"2020 masih lanjut UN, 2021 jadi asesmen kompetensi dan survei karakter," ujarnya.

Nadiem menjelaskan bahwa pengganti UN, yakni asesmen kompetensi dan survei karakter tak berdasarkan mata pelajaran. Tes tersebut hanya berdasarkan pada literasi (bahasa), numerasi (matematika), dan karakter.

"Asesmen kompetensi enggak berdasar mata pelajaran. Berdasarkan numerasi literasi dan juga survei karakter," tuturnya.

Sebelumnya, JK khawatir penghapus UN membuat siswa atau generasi muda bisa menjadi lemah dan tak mau bekerja keras. Menurutnya, semangat belajar para siswa juga akan turun jika UN ditiadakan.
[Gambas:Video CNN]
"Itu menjadikan kita suatu generasi lembek kalau tidak mau keras, tidak mau tegas bahwa mereka lulus atau tidak lulus. Akan menciptakan generasi muda yang lembek," tuturnya.

Nadiem Makarim mengumumkan Ujian Nasional (UN) akan dihapus pada 2021 mendatang. Dia menyebut Ujian Nasional yang selama ini menjadi salah satu standar kelulusan siswa akan dilaksanakan terakhir kali pada 2020.

Nadiem menyampaikan itu dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

"Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minumum dan Survei karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter," kata Nadiem. (fra/ain)