Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tersangka SH diketahui tergabung dalam jaringan peredaran narkoba Pakistan-Indonesia.
"Jaringannya lintas negara, jaringan Pakistan-Indonesia yang pelakunya salah satu WNA Pakistan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Yusri, saat tersangka diminta untuk menunjukkan gudang tempat penyimpanan heroin, yang bersangkutan justru melakukan perlawanan.
Heroin tersebut, kata Yusri merupakan heroin kelas 1. Untuk menyamarkannya, tersangka membungkusnya dengan bungkus susu Dancow dan bungkus gula Tropicana Slim.
Kepada polisi, tersangka SH sempat mengaku mendapatkan heroin itu dari seorang napi yang tengah mendekam di Lapas di daerah Sumatera Selatan.
"Dia mengaku mendapatkan dari salah satu operator di salah satu Lapas di Sumatera Selatan," ujar Yusri.
Saat ini, polisi masih mendalami jaringan pengedar heroin tersebut. Selain itu, polisi juga memburu bandar heroin yang memberikan barang haram itu ke tersangka SH.
[Gambas:Video CNN] (dis/rea)