Jadi Wantimpres, Wiranto Minta Wartawan Jangan Banyak Tanya

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 16:38 WIB
Jadi Wantimpres, Wiranto Minta Wartawan Jangan Banyak Tanya Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto meminta wartawan jangan terlalu banyak bertanya lantaran dirinya belum bekerja. Wiranto dilantik bersama delapan orang lainnya sebagai Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo.

Awalnya Wiranto mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah memberikan kepercayaan untuk menjadi ketua merangkap anggota Wantimpres. Ia mengaku bersama anggota lainnya akan memberikan pikiran dan pertimbangan ke Jokowi.

"Semoga mudah-mudahan kami akan bekerja, mudah-mudahan kami bisa memberikan sumbang pikir dalam ruang yg mungkin berbeda dengan instrumen yg beliau sudah ada," kata Wiranto usai dilantik, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/12).
Namun saat ditanya soal alasan penunjukan dirinya sebagai anggota Wantimpres, Wiranto meminta hal itu ditanyakan langsung kepada Jokowi.


Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu lantas meminta wartawan tak banyak bertanya terlebih dahulu.

"Tapi gini loh, lebih baik kamu jangan terlalu banyak nanya. Saya belum bekerja. Hari Senin nanti saya baru bekerja, itu pun baru nanti serah terima dengan yang lama. Setelah itu baru saya akan bicara," ujarnya.

Meskipun demikian, Wiranto menyatakan Wantimpres harus memahami betul jalan pikiran, keinginan, dan harapan Jokowi dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan.

Menurutnya, salah satu fokus Jokowi adalah membangun sumber daya manusia (SDM).

"Beliau ingin ada satu lompatan dari satu kurva ke kurva yang lain. Yan lebih cepat untuk maju ke negeri ini. Kita ikuti jalan pikiran Presiden. Memberi pertimbangan kan harus mengikuti jalan pikiran yang diberikan pertimbangan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Wiranto dilantik sebagai ketua sekaligus anggota Wantimpres bersama delapan orang lainnya. Mereka adalah politikus senior Partai Golkar Agung Laksono, politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto, dan Pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir.

Kemudian Komisaris Utama PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kus Wisnu Wardani, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi.

Selain itu politikus senior PPP Mardiono, pendiri Medco Group Arifin Panigoro, serta mantan Gubernur Jawa Timur Sukarwo alias Pakde Karwo.
(fra/ugo)